Pemkot Surabaya Diminta Tegas ke Perusahaan soal Protokol Kesehatan

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 20:32 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Serikat pekerja meminta Pemkot Surabaya lebih tegas terhadap perusahaan di tengah pandemi COVID-19. Terutama soal protokol kesehatan.

Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Surabaya Nuruddin Hidayat mengatakan, tidak ada perbedaan dari para pekerja dan buruh saat PSBB dan masa transisi menuju new normal. Mereka tetap bekerja seperti biasa.

Menurut pria yang akrab disapa Udin, perusahaan dan industri diperbolehkan buka asalkan menerapkan protokol kesehatan. Namun tak ada yang menjamin perusahaan di Surabaya menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

"Apakah perusahaan telah menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker untuk pekerjanya? Kantin-kantin ketika istirahat jam makan siang apakah telah menerapkan physical distancing? Ini nggak ada yang ngawasi. Yang paling penting penerapan protokol kesehatan di tempat kerja, bukan rapid test," kata Udin saat dihubungi detikcom, Jumat (17/7/2020).

"Perusahaan industri diizinkan beroperasi tetapi kan mengancam kesehatan buruh ketika tempat kerja ini lalai terhadap penerapan protokol," imbuhnya.

Udin mengatakan, dalam Perwali Surabaya, perusahaan atau industri hanya boleh mempekerjakan 50 persen dari jumlah pekerja. Namun menurutnya, fakta di lapangan tidak seperti itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2