Menkes Ganti Istilah ODP, PDP, OTG Corona, Pakar: Tak Jelas dan Menakutkan

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 17:23 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan mendadak ke Balai Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkejut dengan kedatangannya.
Menkes dan Risma di Pasar Surabaya (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pakar bahasa menyebut penggantian istilah orang dalam pemantauan (ODP) hingga pasien dalam pengawasan (PDP) semakin tidak jelas dan menakutkan. Penggantian istilah diterbitkan oleh Menkes Terawan Agus Putranto dalam peraturan baru mengenai pedoman pencegahan virus Corona atau COVID-19 di Indonesia.

"Dari segi bahasa semakin tidak jelas dan menakutkan. Dikatakan tidak jelas, karena pendekatan dan istilah medis (suspek) dikaitkan dengan riwayat perjalanan," ujar Pakar Bahasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Autar Abdillah, Selasa (14/7/2020).

"Tidak semua riwayat perjalanan seseorang mempengaruhi masuknya virus. Istilah baru ini juga menjadi menakutkan. Orang yang ISPA, tiba-tiba masuk golongan suspek," tambahnya.

Menurut Autar, pemakaian istilah sebelumnya seperti ODP dan PDP dinilai lebih tepat. Tak hanya itu, seseorang juga akan merasa lebih tenang dibandingkan dengan istilah yang baru.

"Lebih bersahaja (Istilah ODP dan PDP). Orang tidak merasa langsung berada dalam situasi penyakit, tapi masih punya peluang dan keyakinan terhindar dari keadaan terburuk," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3