Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto merupakan salah satu saksi kebersamaan dengan almarhumah Chandra semasa hidup. Almarhumah dikenal sebagai orang yang humble hingga tidak membedakan siapa pun.
"Selalu ramah pada siapa pun dan selalu bersifat terbuka, mau menerima masukan, tidak malu belajar ke orang lain. Dan beliau selalu totalitas dalam bekerja," kata Irvan saat dihubungi detikcom, Senin (13/7/2020).
"Banyak kenangan saya bersama beliau. Waktu pencarian orang tenggelam, waktu kebakaran dan saya melihat beliau ini sudah total kalau bekerja. Dia nggak akan pulang sebelum segala sesuatunya selesai dan selalu perhatian dengan siapa pun terutama dengan anak buahnya. Sangat dekat dekat dengan semua orang, kepada siapa pun dia tidak pilih-pilih," jelasnya.
"Mau pagi, siang dan malam terutama saat di linmas maupun di PMK beliau orangnya selalu ada di setiap kebencanaan," ujarnya.
Irvan mengatakan, mantan kepala dinas PMK itu sudah mengabdi di Pemkot Surabaya selama 19 tahun. Sebelumnya dia pindah dari Ambon ke Pemkot Surabaya.
Diketahui, saat di Pemkot Surabaya, salah satu kepala dinas perempuan itu menjabat Kasubid Linmas. Kemudian naik naik menjadi Kepala BPB Linmas.
"Kemudian karena bu wali melihat ketika ada bencana di HT selalu ada pagi, siang, malam maka ibu wali kota mengangkat beliau menjadi kepala dinas PMK tahun 2012. Lalu tahun 2018 dimutasi menjadi kepala DP5A," kata dia.
Sementara Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, semasa hidup almarhum Chandra sangat rajin dan mengayomi. Saat masih menjadi kepala dinas PMK, jam berapa pun saat ada kebakaran langsung berangkat.
"Pengalaman saya dengan Bu Chandra ketika saya masih staff beliau masih di linmas dan beliau sangat rajin sekali, ngayomi dan sabar. Seingat saya dimanapun ketika waktu itu saya dampingi ibu saat kejadian entah itu kebakaran, banjir pukul berapa pun itu pasti ada," kata Febri.
Bahkan, Febri merasa salut saat tengah malam pun turun ke lapangan. Meskipun almarhum seorang wanita, totalitasnya tak bisa dibandingkan dengan laki-laki.
"Salutnya itu sudah jam satu malam, jam 12 malam dan beliau hadir. Yang membuat saya terkagum dan merupakan sosok yang loyalitas, beliau itu wanita tapi totalitas memberikan pelayananannya kepada masyarakat," ujarnya.
"Dia itu ringan tangan dalam membantu. Jiwa ibunya kuat, membimbing. Sangat ramah dan lincah juga," pungkasnya. (fat/fat)