Warga Taman Sidoarjo Resah Tak Ada Kejelasan soal Pasien Positif Corona

Suparno - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 19:16 WIB
Puskesmas Taman
Puskesmas Taman (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Jumlah korban terpapar positif Corona meningkat. Hal itu membuat resah warga Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Apalagi, tidak ada tindakan pencegahan agar virus tidak menyebar. Seperti melakukan penyemprotan disinfektan ke warga yang wilayahnya sudah terpapar COVID-19.

Di wilayah Puskesmas Taman data yang terpapar terus meningkat tiap harinya. Bahkan ada warga terpapar COVID-19 dari klaster Sampoerna. Namun hingga kini belum dilakukan penyemprotan dan tracing. Hingga menularkan ke keluarga lainnya.

Padahal di wilayah Taman tersebar klaster Sampoerna di beberapa titik. Perlakuannya biasa-biasa saja terhadap mereka. Tidak ada penyemprotan dan tracing.

"Mereka hanya memeriksa dan mengambil darah, hasilnya apa tidak tahu. Tiba-tiba dikirim nasi. Itu terjadi dengan warga yang sudah terkena COVID. Lalu tugas satgas COVID-19 ini apa kalau tidak diajak berkoordinasi dan ditunjukkan datanya," kata Dadang, Ketua Satgas COVID-19 Kelurahan Ngelom Taman Sidoarjo usai diskusi dengan Tim Medis Puskesmas Taman, Senin (13/7/2020).

Dadang menerangkan, sampai saat ini tim satgas COVID-19 Kelurahan Ngelom tidak memiliki data warga yang terpapar COVID-19. Padahal di beberapa RT terdapat klaster Sampoerna. Bahkan selama ini Tim Satgas Penanganan COVID-19 tidak pernah melibatkan satgas kelurahan.

"Harusnya dilibatkan, karena mereka juga kepanjangan tangan dari kelurahan dan kecamatan. Mereka iri dengan Surabaya. Ketika ada warga terpapar langsung ada penyemprotan, mereka merasa aman. Tapi di sini, mereka hanya datang memeriksa keluarganya, hasilnya apa tidak ada yang tahu. Tahunya petugas mengirim nasi ke keluarga COVID-19," tegasnya.

"Kami bersama kelurahan tidak pernah mendapatkan data orang-orang COVID-19. Sehingga membuat warga tidak memiliki kepercayaan ke Dinas Kesehatan yang menangani COVID-19 di kelurahan kami. Ada apa ini sebenarnya," terangnya.

Dengan kondisi ini, jelas dia, warga meragukan adanya virus Corona hingga akhirnya menyepelekan. Bahkan warga yang keluarganya confirm (Positif) COVID pun ikut-ikutan menyebut jika Corona itu sebuah rekayasa.

"Ini kan bahaya. Saya tidak bisa membendung pikiran warga yang tidak percaya dengan pihak puskesmas atau kecamatan yang menangani COVID-19 ini. Lambat sekali. Padahal kami akan selalu membantu untuk mencegah virus yang sudah mewabah ini," tegasnya.

Hingga kini, jelas dia, di wilayah Kelurahan Ngelom ada 6 warga dari empat RT yang sudah terkonfirmasi atau positif virus Corona.

"Tapi, pihak keluarganya mengaku tidak dilakukan tracing," jelasnya.

Ketua RT I RW I Bambang Satriyo membenarkan tidak ada sosialisasi dan penyemprotan secara berkala. Hanya sekali saja ada ambulans melintas, setelah itu tidak ada lagi.

"Selama pandemi ini kami tidak dilibatkan sebagai satgas, sehingga tidak tahu siapa-siapa yang perlu kami jaga atau dilokalisir wilayah yang terpapar COVID-19. Sehingga memberi ke pengertian ke warga pun juga susah," tandasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kecamatan Taman Sidoarjo dr Erwin Berthaningrum menyebut pihaknya sudah melakukan tracing dan penyemprotan. Bahkan pasien positif Corona sudah swab.

"Kami sudah melakukan pemahaman terhadap warga dan penyemprotan disinfektan. Pada waktu dilakukan tracing juga dilakukan penjelasan kesehatan. Memang ada pegawai PT Sampoerna yang confirm tinggal di daerah Taman ini," tandas Erwin.

(fat/fat)