Keluarga Jenazah PDP di Lamongan Sempat Tolak Pemulasaran Protokol COVID

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 17:55 WIB
Keluarga PDP Akhirnya Bisa Terima Pemulasaraan Sesuai Protokol Kesehatan
RS Darurat COVI-19 (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Pasien Dalam Perawatan (PDP) di Lamongan meninggal di RS Darurat COVID-19 Lamongan. Keluarganya keberatan pemulasaraan dilakukan di rumah sakit. Setelah mendapat penjelasan, akhirnya keluarga pun bisa menerima.

Keluarga pasien ini mendatangi RS Darurat COVID-19 atau yang kini dikenal dengan sebutan Fasilitas Isolasi dan Karantina untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular Emerging RSUD dr Soegiri. Awalnya, mereka tidak mau korban dengan status PDP tersebut dilakukan pemulasaraan di rumah sakit sesuai dengan protokol kesehatan.

"Ada satu pasien meninggal dunia yang akan dilakukan pemulasaraan secara protokol COVID-19, ada pihak keluarga yang keberatan," kata Tulus Pujianto, Wadir Pelayanan RSUD dr Soegiri, Sabtu (11/7/2020).

Saat timbul keberatan tersebut, lanjut Tulus, Bagian Humas dan Hukum RSUD dr Soegiri Lamongan kemudian melakukan negosiasi dengan pihak keluarga hingga tercapai kesepahaman. Saat itu, imbuh Tulus, rumah sakit menjelaskan kemungkinan-kemungkinan mengapa jenazah harus dilakukan pemulasaraan sesuai standar protokol COVID-19.

"Akhirnya pihak keluarga bisa menerima dan keluarga juga diberi kesempatan untuk ikut serta di dalam kamar jenazah sehingga mereka tahu proses yang benar seperti apa," ungkapnya.

PDP berjenis kelamin laki-laki dan berusia 41 tahun tersebut memang diketahui mempunyai penyakit bawaan, seperti ginjal dan lainnya. Tulus mengungkapkan, Pasien ini masuk rumah sakit 3 hari yang lalu dan sudah dilakukan tes swab tapi hasilnya belum turun.

"Riwayat datang kesini dengan sesak disertai sejumlah komplikasi diantaranya ginjal dan jantung dan masukkan dalam kriteria PDP. Saat ini masih menunggu hasil swab," pungkasnya.

(fat/fat)