Banyak Pedagang dan Pembeli Tak Pakai Masker di Pasar Kedungmaling Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 14:21 WIB
polres mojokerto
Kapolres Mojokerto membagikan masker kepada pengunjung pasar (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Protokol kesehatan di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat. Terbukti, masih banyak penjual dan pembeli tidak memakai masker di pasar tradisional tersebut.

Seperti yang terlihat pagi tadi. Banyak pedagang di Pasar Kedungmaling yang melayani pembeli tanpa memakai masker. Tidak sedikit pula pembeli yang memasuki pasar ini tanpa memakai masker. Selain itu, sebagian besar lapak pedagang belum menyediakan tempat mencuci tangan dengan sabun.

Padahal, Kecamatan Sooko menjadi zona merah karena terdapat 20 pasien positif Corona di wilayah ini. Ditambah lagi, Bupati telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 440/1449/416.105/2020 tentang Tatanan Normal Baru Pencegahan Pandemi COVID-19 di Kabupaten Mojokerto pada 3 Juli lalu.

Surat edaran tersebut mewajibkan pengelola pasar memasang pengumuman protokol kesehatan, mematuhi protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, tidak melayani pelanggan yang tidak mematuhi protokol kesehatan, serta penyemprotan disinfektan secara berkala.

"Kita lihat bersama tadi bahwa di Pasar Kedungmaling ini masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker," kata Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto kepada wartawan usai membagikan masker gratis kepada pedagang dan pembeli di Pasar Kedungmaling, Jumat (10/7/2020).

Bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Dwi membagikan masker dan pelindung wajah (face shield) gratis di Pasar Kedungmaling. Setiap pedagang dan pembeli yang kedapatan tidak memakai masker mereka beri pemahaman terkait pentingnya memakai masker.

Selanjutnya, para pelanggar protokol kesehatan itu mereka beri masker gratis agar langsung dipakai. Para pedagang dan pembeli yang sudah memakai masker tetap kebagian masker gratis untuk mereka gunakan sebagai cadangan.

"Ini ada bantuan masker dari Bapak Panglima TNI dengan Bapak Kapolri, beliau sangat peduli dengan peningkatan kasus COVID-19 terutama di Jawa Timur. Tujuan kami untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memberikan contoh bahwa protokol kesehatan sangat penting diterapkan. Karena dengan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, penyebaran COVID-19 bisa kita tekan," terang Dwi.

Polisi dan TNI hari ini membagikan masker gratis secara serentak di seluruh wilayah Mojokerto. Menurut Dandim, masker yang dibagikan mencapai 10.000 lembar. Selain di Pasar Kedungmaling, ribuan masker itu disebar ke seluruh Polsek dan Koramil.

"Kami bagikan ke Danramil dan Kapolsek di wilayah-wilayah agar membagikannya ke masyarakat. Baik yang di jalan maupun di warung-warung," ujar Dwi.

Terkait masih banyaknya pedagang dan pembeli yang tidak memakai masker, lanjut Dwi, sudah ada solusi untuk mengatasinya. Yaitu, Pasar Kedungmaling akan dijadikan pasar tangguh.

"Sehingga ke depannya tidak ada lagi masyarakat yang tidak memakai masker. Bahkan akan kami lengkapi dengan bilik probiotik dan tempat cuci tangan," tegasnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, pembagian masker gratis di Pasar Kedungmaling juga disertai dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyeranan virus Corona. Yaitu disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak satu sama lain.

"Kami juga melakukan penyemprotan Pasar Kedungmaling dengan cairan probiotik untuk menekan virus tersebut. Efektivitas probiotik sudah bisa kami sampaikan kepada masyarakat mampu meningkatkan kesembuhan pasien COVID-19 dan mensterilkan wilayah Kabupaten Mojokerto. Alhamdulillah tingkat kesembuhan meningkat," jelasnya.

Dony menambahkan, Pasar Kedungmaling akan dijadikan pasar tangguh. Dia berharap, para pedagang dan pembeli di pasar ini mematuhi protokol kesehatan agar tidak muncul klaster baru penyebaran COVID-19.

"Ini tanggung jawab bersama dengan para pedagang di sini untuk menyiapkan tempat cuci tangan yang nantinya akan didukung pemerintah. Mudah-mudahan ini bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19," tandasnya.

(iwd/iwd)