Deadline Presiden 14 Hari Tekan Angka COVID-19, Khofifah Angkat Bicara

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 19:07 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Presiden Jokowi memberi waktu 14 hari kepada Gugus COVID-19 Jatim. Tempo tersebut sudah habis. Khofifah angkat bicara terkait kondisi COVID-19 di Jatim.

"Jadi sama-sama kita melihat bahwa angka terkonfirmasi COVID-19 di Jatim masih terus dinamik," kata Khofifah usai menerima bantuan APD di Gedung Negara Grahadi, Kamis (9/7/2020).

Karena angka yang dinamis tersebut, Khofifah meminta masyarakat untuk tetap terus menegakkan protokol pencegahan COVID-19. Apalagi, kasus COVID-19 di Jatim setiap hari bertambah ratusan.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk tetap menegakkan protokol COVID-19. Karena angkanya masih dinamik," jelasnya.

Selain itu, Mantan Mensos RI ini menyebut selama 14 hari diberi waktu oleh presiden, angka kesembuhan di Jatim terus meningkat. Tercatat dalam 14 hari terakhir ada 2.150 pasien COVID-19 di Jatim yang sembuh.

"Saya mau menyampaikan dalam 14 hari terakhir yang sembuh di Jatim ini 2.150 pasien COVID-19 dalam pelayanan tenaga kesehatan kita di 14 hari terakhir. Saya rasa ini adalah satu prestasi yang sudah didedikasikan oleh seluruh tenaga kesehatan kita. Kita semua harus ucapkan terima kasih baik dokter, nakes, para medis kita," terangnya.

Sementara dalam acara penerimaan bantuan, Gugus COVID-19 Jatim menerima 10.000 pcs masker N-95 dan Baju APD Hazmat 5.000 pcs dari Yayasan Pelangi Hidup Bersama (YPHB) dan USB Gold.

Usai menerima bantuan, Khofifah menyebut masker N-95 belum bisa diproduksi oleh UMKM karena standarnya lebih rumit. Masker ini, kata Khofifah memberi perlindungan lebih maksimal kepada tenaga kesehatan. Rencananya, masker tersebut akan didistribusikan ke 99 RS rujukan di Jatim.

"Kalau suigical mask, relatif bisa kita dapatkan di pabrik-pabrik di Jatim. Tapi kalau N-95 lebih terbatas lagi yang memiliki kualifikasi untuk memproduksi masker untuk dokter ini. Untuk hazmat yang disupport dengan kualifikasi sangat bagus, biasanya tim kuratif dan logistik akan membedakan mana untuk tim kesehatan mana untuk mereka yang menyemprotkan disinfektan. Ini yang diberi, hazmat untuk tim kesehatan. Kami sampaikan terima kasih," pungkasnya.

(fat/fat)