Selama Pandemi COVID-19, Warga Bojonegoro Diajak Jadi Polisi Diri Sendiri

Ainur Rofiq - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:43 WIB
Pandemi COVID-19 belum usai. Polisi di Bojonegoro mengajak masyarakat menjadi polisi untuk diri sendiri sebagai upaya Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).
Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan (tengah)/Foto: Ainur Rofiq

"Tolong, tiga pilar plus yang ada di desa, sampaikan kepada masyarakat jangan sekali-kali meninggalkan sepeda motor dengan kunci kontak masih menempel. Yang kita ungkap kasus curanmor atas pengakuan tersangka mengambil sepeda motor dengan kunci kontak masih menempel. Selain itu untuk kasus jambret ini rata-rata korbannya adalah wanita. Dengan membawa tas dicangklong kemudian ditarik atau ditaruh laci depan sepeda motor," paparnya.

Ia menyampaikan, untuk kasus perkelahian yang ada di Bojonegoro tidak ada penangguhan. Atau tidak ada toleransi bagi pelaku perkelahian.

"Semua perguruan silat mengajarkan budi pekerti yang baik. Ajaran yang baik dan sopan santun kepada semua orang. Jangan gara-gara cewek, bleyer-bleyer motor atau saling lihat atau pandang terus bawa-bawa perguruan. Sekali lagi semua perguruan silat mengajarkan yang baik. Untuk pelaku perkelahian tidak ada toleransi atau penangguhan. Tetap lanjut," tambahnya.

Sedangkan terkait paham radikalisme, ia berharap kepada tiga pilar plus untuk selalu mengawasi setiap adanya pendatang di desa. Masyarakat diminta tidak mudah percaya isu-isu atau ajakan dari seseorang atau pun kelompok radikal, yang ingin mencuci pemikiran dan pemahaman aliran tentang jihad dan ajakan untuk melakukan aksi teror.

Apabila ada seseorang atau pendatang dengan menutup diri, tidak pernah bergaul dengan tetangga, maka patut dicurigai dan segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas, Babinsa atau kades untuk segera ditindaklanjuti.

Halaman

(sun/bdh)