DPRD Surabaya Pertanyakan soal Jam Malam yang Akan Diterapkan Pemkot

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 22:27 WIB
Jelang pelantikan dprd surabaya
Gedung DPRD Surabaya/Foto file: Siswo
Surabaya -

Pemkot Surabaya akan mengubah Perwali No 28 Tahun 2020 soal transisi new normal. Surabaya akan menerapkan aturan jam malam.

Kini DPRD Surabaya menyoroti rencana tersebut. Sebab, dengan diberlakukan jam malam, maka aktivitas di malam hari akan kembali tidak bergeliat.

"Saya pikir memang belum ada penetrasi yang luar biasa. Tetapi kalau kemudian Perwali itu, hanya kemudian hanya menyasar RHU (Rekreasi Hiburan Umum), menurut saya tim gugus tugas ini 'gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak'," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni kepada wartawan, Rabu (8/7/2020).


Arif mengingatkan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Surabaya lebih detail dalam melakukan sidak atau razia. Ia mencontohkan kerumunan muda-mudi di Jalan Ketabang Kali yang setiap malam selalu tampak.

"Itukan setiap malam kerumunannya luar biasa. Mestinya itu yang diedukasi. Tetapi apapun itu, bagian dari upaya wali kota, setelah di warning oleh presiden. Saya mendukung penuh. Tapi yang paling penting adalah ngurusi sesuatu yang itu bisa ditertibkan tetapi tidak segera ditertibkan, salah satunya itu tadi," imbuh Fathoni.


Terkait rumor akan ada lagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya, Fathoni menilai tidak perlu. Namun diganti dengan pendisiplinan warga.

"Apa kita mau judul tanpa isi lagi, jadi tidak judul PSBB tapi substansinya pendisiplinan masyarakat melalui rekayasa interaksi sosial itu yang paling penting," pungkas Fathoni.

(sun/bdh)