Jelang Deadline Presiden, Pemkab Sidoarjo Maksimalkan Penyembuhan COVID-19

Suparno - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 18:13 WIB
wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin
Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Pemkab Sidoarjo akan memaksimalkan angka penyembuhan pasien COVID-19 jelang deadline Presiden Jokowi. Selain itu akan dilakukan diberlakukan jam malam mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan pihaknya akan maksimalkan jumlah angka penyembuhan pasien yang confirm COVID-19. Dengan jalan setiap hari memperbanyak test swab, di rumah sakit dan tempat-tempat lain.

"Aturannya pasien yang dinyatakan sehat harus dua kali melakukan swab. Namun saat ini apabila satu kali hasil swab negatif, pihak dinkes akan mengeluarkan suket sehat ke pasien tersebut," kata Nur Ahmad kepada wartawan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Rabu (8/7/2020).

Nur Ahmad menambahkan, saat ini Pemkab Sidoarjo akan membuat perbup baru untuk penambahan 5 rumah sakit rujukan. Rencananya akan ditambah lima lagi rumah sakit swasta yang menjadi rumah sakit rujukan. Namun selama perbup belum selesai, biaya tetap ditanggung pemerintah daerah.

"Dengan demikain nantinya angka penyembuhan di Sidoarjo setiap hari akan bertambah," tambahnya.

Nantinya, jelas dia, akan mengutamakan pasien yang bergejala, segera dilakukan perawatan di rumah sakit. Namun bagi pasien yang tidak bergejala akan dirawat di hotel atau di tempat lain.

Sementara untuk menurunkan angka COVID-19 akan diberlakukan jam malam. Warga juga harus disiplin mematuhi protokol kesehatan, itu yang utama.

"Yang paling utama adalah disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Maka kami bersama Forkopimda memperbanyak kampung tangguh, dengan harapan masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan," tandasnya.

(fat/fat)