Round-Up

PDIP Diguncang Isu Rekom Whisnu dan Mundurnya Armuji dari Pilwali Surabaya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 10:46 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyampaikan, pemkot berencana membangun moda transportasi subway. Perencanaan itu dilakukan setelah usulan transportasi trem ditolak pemerintah pusat.
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Muncul isu Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mendapat rekom dari DPP PDIP untuk maju dalam Pilwali Surabaya. Munculnya isu itu dibarengi dengan mundurnya bakal calon wakil wali kota (bacawawali) Surabaya Armuji.

Isu tersebut dibantah oleh tim sukses Whisnu. Edwin Jaka, salah satu tim sukses Whisnu mengatakan bahwa isu itu tidak benar. Karena sampai saat ini rekom masih belum turun.

"Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari DPP PDI Perjuangan," kata Timses Whisnu Edwin Jaka di Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Edwin meminta seluruh lapisan masyarakat di Kota Surabaya dan juga para kader kader PDIP di Kota Surabaya untuk tenang dan bersabar. jangan sampai membuat gaduh ketenangan Kota Surabaya hanya karena berita tersebut.

"Mohon jangan gaduh dulu. Saya secara pribadi tetap tunduk, patuh dan tegak lurus kepada keputusan resmi DPP PDI Perjuangan dan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri," pungkas Edwin.

Isu awalnya rekom tersebut akan diberikan kepada Eri Cahyadi. Tetapi mendadak ada isu rekom tersebut ternyata jatuh ke Whisnu Sakti Buana.

Armuji yang digadang bakal jadi bacawawali bersama Eri Cahyadi tiba-tiba mengundurkan diri. Alasan Armuji cukup menghebohkan, karena dijegal sesama kader PDIP. Armuji menyebut yang menjegalnya adalah kader DPC PDIP Surabaya.

Tonton video 'Risma Sujud ke IDI, dr Sudarsono Beri Penjelasan':

Selanjutnya
Halaman
1 2