DPRD Jatim Minta Insentif Tenaga Kesehatan Segera Dicairkan

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 15:11 WIB
Poster
Ilustrasi tenaga medis Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

DPRD Jatim meminta Gubernur Jatim segera menyalurkan insentif tenaga kesehatan. Insentif kesejahteraan para tenaga medis (Nakes) hingga hari ini masih minim penyalurannya. Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak meminta Gubernur Jatim agar insentif nakes segera dicarikan.

"Beberapa waktu lalu Pak Presiden sudah mengumumkan untuk segera direalisasikan. Nah ini kita mendorong bersama-sama bu gubernur agar segera terealisasi," kata Sahat di Gedung DPRD Jatim, Kamis (2/7/2020).

Sahat menjelaskan selain segera merealisasikan insentif, ia juga menyarankan pemberian tersebut tidak hanya diberikan kepada tenaga medis yang ada di RS milik pemerintah.

"Saya mengusulkan kepada bu gubernur juga memberikan insentif kesejahteraan bagi tenaga medis yang berada di rumah sakit swasta juga yang digunakan untuk penanganan COVID-19," ujarnya.

"Sudah saatnya tidak membedakan rumah sakit milik pemprov atau rumah sakit swasta. Semua adalah bersatu untuk penanganan COVID-199," lanjutnya.

Menurut Sahat, dalam penanganan COVID-19 saat ini merupakan kerja keras bersama tanpa ada perbedaan negeri atau swasta. Apalagi, mereka telah berkorban menjadi garda terdepan penanganan COVID-19.

"Semuanya untuk kepentingan masyarakat dalam upaya memutus pandemi COVID-19. Kami minta gubernur memikirkan nasib mereka dan berpeluang besar juga terpapar COVID-19," jelasnya.

Selain tenaga medis di rumah sakit, Sahat juga meminta insentif diberikan kepada tenaga non-medis yang ikut serta dalam penanganan COVID-19.

"Mulai tenaga sopir ambulance, satpam di rumah sakit yang menangani COVID-19 hingga tukang gali kubur pasien COVID-19 juga harus diberi insentif oleh Pemprov Jatim. Mereka ini juga rawan terpapar sehingga layak diperhatikan penuh oleh Pemprov dan negara," terangnya.

Senada, Ketua IDI Jatim, dr Sutrisno menyebut tenaga medis adalah tentara saat berperang menghadapi pandemi saat ini.

"Ibaratnya mereka ada tentara, harus betul diperhatikan kesehatannya hingga kesejahteraannya. Syukur-syukur insentif segera bisa diberikan, lebih baik lagi kalau ada asuransi untuk mereka," imbuhnya.

(fat/fat)