Warga Blitar yang Berdinas di Polrestabes Surabaya Positif COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 19:01 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Blitar -

Seorang pria warga Kabupaten Blitar terkonfirmasi positif Corona. Warga Kecamatan Udanawu ini diketahui bertugas sebagai polisi di Polrestabes Surabaya.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti mengatakan pria itu berusia 32 tahun. Alamat di Surabaya terdata di Jambangan, Surabaya.

"Pasien yang terkonfirmasi positif ke-22 ini mempunyai faktor risiko karena pekerjaannya sebagai polisi di Polrestabes Surabaya bagian layanan dan turun ke jalan saat PSBB berlangsung," tulis Krisna dalam rilis detikcom, Selasa (30/6/2020).

Hasil tracing, lanjutnya, yang bersangkutan pada 16 Mei mengalami demam saat masih berada di Surabaya. Kemudian sejak tanggal 25 Mei pagi, mengalami batuk dan berobat ke IGD RS Bhayangkara Surabaya.

Pada hari yang sama siangnya, dia pulang ke Blitar. Tanggal 2 Juni, pasien berobat di rumah sakit swasta dan foto thorax juga rapid test dengan hasil reaktif. Lalu pasien dirujuk ke RS Ngudi Waluyo Wlingi. Pasien saat ini dalam observasi di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

"Sebenarnya tanggal 6 Juni itu sudah keluar hasil tes swabnya positif. Namun kami menerima laporan di Pemprov Jatim baru kemarin pukul 14.00 WIB," ungkap Krisna.

Walaupun sudah dikategorikan masuk zona kuning, namun setiap hari ada penambahan jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona di Kabupaten Blitar.

Sampai 30 Juni 2020 tercatat, sebanyak 31 pasien positif dengan jumlah kematian 5, masih diobservasi 9 dan dinyatakan sembuh 17. Dari angka itu, 6 OTG diketahui positif terinfeksi virus Corona saat mereka mengurus surat keterangan sehat untuk dokumen persyaratan bekerja di luar kota.

Sementara kenaikan signifikan juga terjadi di Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Terdata sebanyak 64 orang dengan kematian 21 pasien. Dan sebanyak 993 ODP dengan jumlah kematian 25 orang.

"Dari semua kasus kematian baik yang positif, PDP maupun ODP sebagian besar karena ada penyakit penyerta. Jadi walaupun tingkat paparan dikategorikan rendah, namun kedisiplinan menegakkan protokoler kesehatan harus tetap kita laksanakan," pungkasnya.

(iwd/iwd)