2,5 Jam di Kantor Kejari, Sedang Apa Bupati Jember?

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 21:25 WIB
Bupati Faida
Bupati Faida keluar dari Kantor Kejari (Foto: Yakub Mulyono)
Jember -

Bupati Jember Faida berada di kantor Kejaksaan Negeri Jember sekitar 2,5 jam. Belum ada keterangan tentang apa yang dilakukan dan ada kepentingan apa Faida datang ke Kantor Kejari Jember.

Faida juga bungkam saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. Tak sepatah kata pun disampaikan ketika sejumlah awak media bertanya terkait keberadaan dia di kantor Kejari Jember sejak sore hingga malam hari itu.

Pantauan di lokasi, Bupati Faida tiba di kantor Kejari Jember sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis (25/6/2020). Dia datang naik mobil pribadi Toyota Alphard hitam bernopol P 1948 HD. Faida baru keluar dari kantor Kejari sekitar pukul 19.00 WIB.

Begitu keluar kantor Kejari, sejumlah wartawan yang telah lama menunggu langsung mendekat dan meminta konfirmasi. Namun tak sepatah kata terucap dari Faida.

Termasuk, ketika ditanya apakah kedatangannya ada kaitan dengan dugaan korupsi pasar yang melibatkan pejabat pemkab Jember, Faida tetap bergeming. Perempuan itu tetap berjalan keluar kantor Kejari dan enggan menjawab.

Faida kemudian langsung masuk ke mobil yang sudah bersiap di depan pintu kantor Kejari. Tak lama, mobil melaju keluar dari halaman kantor penegak hukum itu.

Kepala seksi tindak pidana khusus Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono mengatakan, kedatangan Bupati Faida untuk memantau proses persidangan sejumlah terdakwa yang dilakukan secara vidcon. Bupati ingin melihat apakah persidangan sudah berjalan sesuai protokol kesehatan.

"Di masa pandemi Corona ini kan sidang kita lakukan secara vidcon. Bupati ingin mengetahui seperti apa. Apakah protokol kesehatan diterapkan ke terdakwa saat sidang," kata Adhi.

Selain itu, sambung Adhi, Faida yang ditemui Kajari Jember Prima Idwan Mariza, berkonsultasi tentang sejumlah hal. Sebab Kajari Jember merupakan bagian dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda).

"Kejari ini kan memang selama ini juga bertugas melakukan pendampingan hukum. Apalagi pak Kajari bagian dari Forkopimda. Jadi wajar kalau kemudian bupati melakukan konsultasi," terang Adhi.

"Jadi mohon agar tidak diasumsikan yang lain - lain, karena memang kedatangan beliau hanya melihat proses sidang vidcon dan konsultasi," tambahnya.

(iwd/iwd)