Cerita Pasutri yang Sembuh dari Corona dan Pernah Merasa Dikucilkan Warga

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 16:57 WIB
Pasutri di Kabupaten Mojokerto sembuh dari Corona. Mereka berpesan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan penderita Corona seperti yang pernah mereka alami.
Pasutri di Kabupaten Mojokerto yang sembuh dari Corona/Foto: Istimewa
Mojokerto -

Pasutri di Kabupaten Mojokerto sembuh dari Corona. Mereka berpesan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan penderita Corona seperti yang pernah mereka alami.

Pasutri itu Mustaqim (50) dan Liana (43), warga Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko. Mustaqim tercatat sebagai pegawai Kemenag Kabupaten Mojokerto. Dia mengajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Sooko. Bapak tiga anak ini tercatat mengikuti pelatihan petugas haji Indonesia (PPHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret 2020.


Oleh sebab itu, Mustaqim dan keluarganya menjalani rapid test. Hanya istrinya yang dinyatakan reaktif pada Selasa (21/4). Sehingga hari itu juga Liana dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk diisolasi.

"Saat itu istri saya bersin-bersin karena alergi debu. Saya menemani istri saya selama dirawat di rumah sakit," kata Mustaqim kepada wartawan di rumahnya, Kamis (25/6/2020).

Liana dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab yang keluar Sabtu (2/5). Karena terus mendampingi istrinya, Mustaqim juga menjalani tes swab. Hasilnya baru keluar Senin (11/5). Guru MTs itu juga positif Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3