Musim Giling, Antrean Truk Tebu Macetkan Jalan Raya Blitar-Malang Hinga 5 Km

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 12:32 WIB
musim giling bikin truk tebu macetkan jalan
Truk tebu bikin macet Jalan Raya Blitar-Malang (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Antrean truk pengangkut tebu membuat akses jalan raya Blitar-Malang macet. Kepadatan terpantau sepanjang 5 Km di jalur propinsi dan sekitar 10 km memasuki areal pabrik gula di Rejoso, Binangun.

Keterangan Yoto, warga Kesamben, antren truk tebu sudah muncul sejak pukul 22.00 Kamis (18/6) sampai saat ini. Hal ini mengakibatkan, jalur utama yang menghubungkan Blitar-Malang dan sebaliknya padat merambat.

"Sudah sejak semalam truk tebu antre sampai jalan sini. Kalau semalam hanya dari arah Malang ke Blitar yang macet parah. Tapi sekarang yang dari Blitar ke Malang juga merambat karena antrean truk sampai memakan dua jalur," kata Yoto kepada detikcom, Jumat (19/6/2020).

musim giling bikin truk tebu macetkan jalanMusim giling bikin truk tebu macetkan jalan (Foto: Erliana Riady)

Pengakuan serupa juga diungkapkan Nia, warga Kota Blitar yang melakukan perjalanan ke Kota Malang. Mobil yang ditumpanginya merambat pelan di bahu jalan, karena dua lajur dari arah timur dipenuhi mobil pribadi, bus dan truk pengangkut tebu.

"Sejak simpang tiga Brongkos ke selatan sampai timur SPBU Selorejo ini masih penuh antrean. Kira-kira sepanjang 5 km padat merayap. Kok gak diantisipasi sih kalau memang ada antrean tebu. Perjalanan kami jadi terhambat hampir setengah jam ini," keluh Nia dihubungi detikcom.

Kasatlantas Polres Blitar AKP Yoppy Anggi Krisna yang di lokasi kepadatan mengaku telah meminta keterangan dari pihak pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI).

"Luasan lahan parkir mereka tidak memungkinkan semua truk langsung masuk areal pabrik untuk menurunkan muatan. Jadi kondisi antrean truk ini bergantian masuk, turunkan angkutan baru bisa keluar langsung menuju ke arah barat," kata Yoppy.

Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, sejak pukul 05.00 WIB, Yoppy mengaku telah mengalihkan arus kendaraan pribadi dari Malang ke arah utara. Pengalihan arus kendaraan pribadi dari barat SPBU Kesamben ini nantinya akan menuju Doko dan keluar di daerah Wlingi.

Namun rupanya rekayasa lalin itu tidak banyak membuat kondisi kepadatan berubah. Dua lajur dari timur masih memenuhi badan jalan, hingga kendaraan dari arah barat harus menepi melewati bahu jalan.

(iwd/iwd)