Sopir Truk Logistik Akhirnya Diizinkan ke Bali Tanpa Rapid Test, Tapi ....

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 18:09 WIB
sopir logistik mogok tolak rapid test yang mahal
Sopir truk logistik akhirnya diizinkan melintas tanpa hasil rapid test (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Dinas Perhubungan Bali memberikan solusi kepada para sopir logistik yang mogok jalan di check point Terminal Sritanjung Banyuwangi. Sopir kendaraan logistik dari Jawa menuju Bali akhirnya diizinkan untuk menyeberang ke Bali meskipun tanpa memiliki hasil rapid test. Namun kebijakan itu hanya diberikan sehari ini saja.

"Kami akan seberangkan mereka tanpa rapid test. Tapi kita catat semuanya. Siapa-siapa mereka dan dari perusahaan mana saja. Nanti perusahaan akan kami hubungi," ujar Samsi Gunarta, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali kepada detikcom, Kamis (17/6/2020).

Pencatatan perusahaan kendaraan, kata Samsi, untuk melakukan sosialisasi terkait aturan ini. Pihak perusahaan akan diberitahu bahwa saat ini ada situasi yang berubah akibat pandemi. Sekaligus penegasan kepada perusahaan bahwa per hari ini tidak ada rapid test gratis di Bali. Sehingga, nantinya rapid test akan dilakukan secara mandiri.

"Kita bersurat kepada perusahaan agar mereka juga menyertakan surat hasil rapid test non reaktif untuk para sopir jika menyeberang ke Bali. Karena kita saling menjaga di tengah pandemi ini," tegasnya.

Samsi mengaku sosialisasi penghentian rapid test gratis untuk sopir kendaraan logistik sudah dilakukan. Salah satunya adalah munculnya surat dari Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali terkait hal ini.

"Surat tersebut sudah keluar sejak 30 Mei 2020. Sebenarnya tadinya mau mengikuti kegiatan berakhirnya arus mudik. Kemudian kita minta waktu lebih panjang lagi supaya sosialisasinya lebih bagus. Nah dikasih waktu sampai hari ini. Hari ini kita hentikan benar," ujarnya.

Dirinya mengira sebagian dari sopir truk logistik sudah siap dengan penghentian rapid test gratis ini. Sudah ada beberapa sopir kendaraan logistik yang sudah membawa rapid test mandiri. Namun dia mengakui masih ada yang belum siap.

"Secara bertahap saya lihat memang mereka sudah menyesuaikan. Karena itu kami masih kasih kebijaksanaan per hari ini yang belum siap oke," jelasnya.

Ratusan sopir logistik yang akan menyeberang ke Bali menggelar protes di Terminal Sritanjung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Mereka memprotes kebijakan ketentuan kelengkapan surat kesehatan berupa rapid test yang sangat mahal.

Para sopir melakukan aksi mogok dan tak mau menyebrang ke Bali. Mereka hanya duduk sembari berteriak memprotes kebijakan pemerintah Provinsi Bali yang mempersyaratkan para sopir logistik menyertakan surat rapid test, jika ingin masuk daerah Bali. Tak hanya itu, mereka menutup akses pintu keluar cek poin terminal Sritanjung.

(iwd/iwd)