Pacitan Masih Zona Kuning COVID-19, Penutupan Obyek Wisata Diperpanjang

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 12:28 WIB
obyek wisata pacitan
Salah satu obyek wisata di Pacitan yang ditutup (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Rencana pembukaan obyek wisata Pacitan yang ditutup karena Corona dipastikan molor. Sebelumnya sembilan destinasi yang dikelola pemkab dijadwalkan kembali beroperasi hari ini. Perpanjangan penutupan tertuang dalam surat edaran (SE) nomor 443/222/408.21/2020.

"Pemkab Pacitan memutuskan kembali memperpanjang masa penutupan objek wisata hingga akhir bulan ini," kata T Andi Faliandra, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Andi membenarkan perpanjangan penutupan tak dapat dipisahkan dari penambahan jumlah pasien positif COVID-19 di Kota 1001 Gua. Terlebih untuk membuka kembali pendulang pendapatan asli daerah tersebut harus nihil penularan. Sedangkan Pacitan sendiri masih berada di zona kuning.

Disparpora, lanjut mantan Kabag Humas tersebut, sudah minta masukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Dinas Kesehatan. Hal ini terkait rekomendasi lembaga itu berkenaan rencana pembukaan kembali sektor wisata. Namun tampaknya pembukaan belum memungkinkan dilakukan saat ini.

Perpanjangan penutupan diperkirakan tak berlangsung lama. Salah satu obyek wisata bakal dibuka dalam waktu dekat untuk uji coba pelaksanaan protokol kesehatan. Program simulasi tersebut dijadwalkan berlangsung sehari. "Saat ini kita lakukan pra simulasi keliling dan cek semua kesiapan obyek wisata," tambah Andi.

Pascasimulasi, terang Andi, pihaknya akan menindaklanjuti dengan uji coba pembukaan tempat wisata. Semua obyek yang dinilai siap dan memenuhi protokol kesehatan akan dibuka permanen. Salah satu syaratnya, wisatawan hanya diizinkan menggunakan roda dua maupun kendaraan pribadi. Jenis kendaraan lain yang diizinkan adalah bus ataupun trevel berobongan.

"Sementara pengunjung dibatasi dari Kabupaten Pacitan saja. Itu pun dengan syarat tidak ada penambahan kasus (Corona). Mungkin bisa diundur lagi kalau ada temuan kasus baru," tandasnya.

(iwd/iwd)