Ini Alasan Obat COVID-19 dari Unair Tak Diuji Coba ke Makhluk Hidup

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 15:14 WIB
Rektor Unair Prof M Nasih
Rektor Unair Prof Nasih (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)

Seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, sel liver sebagai tempat untuk menumbuhkan sel virus SARS-CoV-2 yang merupakan sel COVID-19 asli Indonesia yang didapatkan dari Institute of Tropical Disease (ITD) Unair.

Namun, Nasih tak memungkiri untuk periode jangka pendek, obat yang sudah beredar di pasaran cukup efektif. Sejauh ini, penelitiannya juga memiliki perkembangan yang bagus.

"Tidak harus menjadi obat baru. Yang penting dari kita adalah fungsionalnya. Kalau kita pakai tahapan yang itu ya tahun depan baru selesai," lanjutnya.

Sementara Nasih menyebut pihaknya sebagai peneliti memberikan rekomendasi lima kombinasi obat ini karena telah teruji lebih efektif dari pada obat lainnya.

"Kita memberikan rekomendasi dari diantara obat yang sudah dipakai. Kita bukan mencari obat baru, tapi masyarakat, dokter sekarang kan bisa coba-coba. Bayangkan, mana ada dokter menangani COVID-19 yang tidak menggunakan obat secara coba-coba," papar Nasih.

"Nah kita memberikan rekomendasi ini yang paling efektif. Kalau mau menggunakan. Kalau tidak mau, bikin sendiri saja ndak apa," pungkasnya.

Halaman

(hil/fat)