New Normal New Spirit Adalah Tentang Kesadaran dan Disiplin

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 15:49 WIB
Di masa new normal ini, penjualan sepeda meningkat tajam. Bahkan toko sepeda buka hingga dini hari.
Ilustrasi New Normal (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Malang -

Kehidupan Normal Baru atau new normal life adalah tentang dua hal. Dua hal itu adalah kesadaran dan displin.

Itu dikatakan pakar komunikasi dan Manajemen Krisis Universitas Brawijaya (UB) Maulina Pia Wulandari. Menurut Maulina masyarakat harus memiliki kesadaran dan displin dengan gaya hidup baru yang lebih fokus pada keselamatan dan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

"Sayangnya di Indonesia masyarakatnya belum memiliki tingkat kesadaran dan disiplin yang tinggi," ujar Pia kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Pia mengatakan tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat yang masih rendah harus diiringi dengan perlunya sanksi tegas yang mengatur. "Jika tidak ada sanksi tegas maka peraturan tersebut seolah seperti macan ompong," tegasnya.

Pemberian sanksi tegas akan membentuk masyarakat yang disiplin dan patuh terhadap peraturan. "Seperti contohnya penerapan peraturan pemakaian seragam di sekolah. Semua murid patuh karena ada sanksi tegas yang mengatur," kata Pia.

Pia juga menambahkan bahwa penerapan sanksi jangan sampai transaksional. Agar kedisiplinan untuk membangun kepatuhan masyarakat akan anjuran pencegahan COVID-19 dapat tercapai dengan maksimal.

"Kalau penerapan sanksi masih bersifat transaksional dan tidak tegas, masyarakat kita cenderung tidak akan patuh karena karakter masyarakat Indonesia yang masih suka ngeyel, sak karepe dewe, dan suka menawar," ungkap Pia.

New normal life atau normalitas baru adalah melakukan aktivitas normal dengan menggunakan standar protokol COVID-19, seperti cuci tangan sesering mungkin, menghindari menyentuh daerah wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, gunakan masker, dan menjaga jarak sosial atau sosial distancing.

Pia mengatakan dalam menerapkan new normal, beberapa lokasi yang beresiko seperti sekolah, mall, tempat wisata dan panti jompo harus sepenuhnya dididik dan diberdayakan di bawah konsep normal baru. Selain itu, sistem kesehatan juga harus disiapkan apakah sudah bisa melacak setiap kasus baru.

Dalam menerapkan new normal life ke masyarakat harus disosialisasikan sesuai karakteristiknya di Indonesia. Bentuk sosialisasi bisa dilakukan lewat media komunikasi tradisional misalnya pertunjukan wayang bagi masyarakat di wilayah pedesaan, dan media sosial bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan. Tujuannya agar hal ini mudah diterima masyarakat.

"Agar konsep New Normal bisa diterima masyarakat, maka sosialisasinya harus disesuaikan dengan kondisi demografis mereka. Sosialisasi pada masyarakat desa tentunya bisa dilakukan dengan wayang, dan masyarakat perkotaan bisa dilakukan lewat media sosial. Sedangkan untuk remaja (sosialisasi) bisa lewat tokoh idola dan panutan mereka," pungkas Pia.

(iwd/iwd)