Polisi Tetapkan 2 Tersangka Laka Kerja di Pabrik Bioetanol Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 17:26 WIB
Pabrik Bioetanol di Mojokerto
Foto file: Enggran Eko Budianto

"Tersangka tidak kami tahan karena selama ini dia kooperatif. Di samping itu, saat ini dalam pandemi COVID-19," tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, tambah Sodik, terdapat gas berbahaya jenis Hidrogen Sulfida (H2S) di dalam kolam pengendapan milik PT Enero. Gas berbahaya ini yang menjadi salah satu penyebab ketiga korban pingsan saat membersihkan kolam pengendapan tersebut.

"Gas berbahaya itu hasil penguapan di dalam kolam penampungan. Korban pingsan dan terjatuh ke dalam kolam yang berisi lumpur. Korban tersedak lumpur tersebut sehingga gagal nafas dan meninggal dunia. Karena hasil autopsi terdapat lumpur di tubuh korban. Penyebab kematian ketiga korban sama," tandasnya.

Kecelakaan kerja terjadi di pabrik bioetanol PT Enero, anak perusahaan BUMN PTPN X pada Sabtu (11/4) pagi. Saat kejadian, terdapat 5 pekerja di kolam pengendapan berisi lumpur campuran spentwash dan yeast atau ragi.

Salah seorang pekerja merupakan Kepala Satuan Keamanan PT Mochamad Jainun (45), warga Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg. Jainun hanya mendampingi 4 pekerja membersihkan kolam.

Sekitar pukul 08.30 WIB, 3 pekerja yang sedang membersihkan kolam pengendapan mendadak tumbang. Seorang pekerja lainnya Choirul Hidayat (28), warga Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg berhasil selamat karena lari setelah mencium bau menyengat.

Sementara Jainun jatuh setelah terkena semburan gas di lokasi. Saat itu dia akan membantu tiga korban yang diduga kuat keracunan gas. Dia dan Choirul berhasil selamat. Sedangkan 3 rekan kerjanya dinyatakan tewas saat dibawa ke RSUD RA Basuni di Kecamatan Gedeg, Mojokerto.

Tiga korban tewas yakni Beni Trio Sucahyo (30), warga Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, serta Bayu Adi Nugraha (30) dan Rudik (45), keduanya warga Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg.


(fat/fat)