Transisi New Normal, Hotel di Surabaya Dilengkapi Satgas COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 17:53 WIB
Hotel Majapahit
Salah satu sudut di Hotel Majapahit Surabaya (Foto: Lena Ellitan/dtravelers)
Surabaya -

Hotel di Surabaya sudah banyak yang kembali buka saat PSBB berakhir. Ketika hotel buka, protokol ketat untuk transisi new normal pun sudah dipersiapkan oleh hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono mengatakan semua hotel telah dibentuk tim gugus tugas COVID-19. Jika memiliki gejala COVID-19, tamu atau karyawan akan langsung di rujuk ke RS Mitra Keluarga.

"Sekarang ini kita semua mempersiapkan protokol new normal. Semua sampai pembentukan tim gugus tugas di hotel masing-masing. PHRI kerja sama dengan RS Mitra Keluarga. Kalau terjadi apa-apa, pemeriksaan bisa langsung dirujuk ke sana. Kita persiapkan semuanya untuk menyambut tamu yang datang, terutama protokol kesehatan ketat," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Selasa (9/6/2020).

Di Surabaya sendiri, hanya kurang dari lima hotel yang masih tutup. Namun yang masih tutup tengah menyiapkan protokol untuk new normal.

Menurut Dwi, kondisi saat ini belum bisa dikatakan normal. Bagaimanapun, kondisi bisnis belum kembali normal dan mungkin tidak semua karyawan masuk kerja.

"Kita coba dulu 50-60% (karyawan masuk kerja), karena kita tahu mulai Juni sampai Juli kita juga melihat kira-kira volume bisnis seperti apa, sudah bisa banyak transportasi seperti apa, dan objek seperti apa, perjalanan seperti apa, kan kaitannya itu semua," jelasnya.

Dwi menjelaskan, jika calon tamu atau wisatawan tidak bisa melakukan perjalanan sama sekali, itu tidak akan mengubah kondisi yang ada saat sekarang. Volume bisnis akan tetap sama, di bawah 10 persen.

"Kalau okupansi masih di bawah 10 persen, itu bisnis masih tidak baik," kata Dwi.

Namun PHRI tetap membuka hotel yang ada di Surabaya. Tapi tetap memperketat protokol kesehatan untuk tamu dan karyawan.

"Protokol kesehatan yang ketat itu memang untuk mempersiapkan kira-kira tiga bulan ke depan seperti apa. Memang harus dibuka, dicoba dibuka. Kalau tutup, banyak maintenance justru lebih berat," pungkas Dwi.

(iwd/iwd)