Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical Distancing

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 10:36 WIB
Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.
Ratusan warga yang antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST)/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.

Pantauan di lokasi, warga sudah mengantre sejak pukul 7.00 WIB. Kedatangan warga ke kantor pos menggunakan berbagai moda transportasi seperti motor, angkot bahkan becak.

Tak hanya itu, warga yang mengambil juga tak jarang sambil mengajak anggota keluarga lainnya. Bahkan banyak warga tampak menggendong anak-anak mereka yang masih balita dan tanpa menggunakan masker.

Ratusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu di Kantor Pos Jemur Andayani. Kondisi ini mengkhawatirkan sebab mengabaikan aturan physical distancing di tengah pandemi COVID-19.Ratusan warga mengambil bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Jemur Andayani/ Foto: Amir Baihaqi


Salah satu warga yang mengantre, Aji (40) mengatakan, dirinya mengajak serta anaknya dan datang sejak pukul 7.30 WIB. Ia mengaku sebenarnya khawatir dengan kondisi kerumunan ini.

"Ini saya mengajak anak saya. Karena yang dapat bantuan anak saya. Ya khawatir karena ramai sekali ini," kata Aji kepada detikcom di lokasi, Minggu (7/6/2020).

"Apalagi ini gak ada nomor antrean. Tapi datang dan langsung menyerahkan undangan ke petugas di depan terus nanti dipanggil petugas dan menunjukkan KTP dan KK kepada petugas baru dapat," tambahnya.

Simak video 'Cegah Korupsi Bansos, KPK Luncurkan Aplikasi JAGA':


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2