Ini Kronologi Keluarga di Surabaya Bawa Pulang Paksa Jenazah Tanpa Protokol COVID-19

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 21:25 WIB
Keluarga Paksa Pulang Jenazah Pasien COVID-19
Foto: dok. Istimewa
Surabaya -

Satu keluarga asal Pegirian, Surabaya, membawa pulang paksa jenazah dari RS Paru dan memakamkan jenazah positif COVID-19 dengan protokol kesehatan. Lalu bagaimana kronologinya?

Lurah Pegirian Menik Hartawanta menuturkan awalnya jenazah merupakan pasien berstatus PDP. Jenazah dinyatakan positif setelah hasil swab di RS PHC keluar.

"Status jenazah ini sebenarnya PDP dan keluarga sudah tahu. Tanggal 30 itu sudah diberi tahu keluarganya. Tapi ditutup-tutupi," kata Menik kepada detikcom saat dimintai konfirmasi, Jumat (5/6/2020).

Pasien tersebut, lanjut Menik, kemudian menjalani isolasi di rumah dengan pengawasan dari petugas puskesmas setempat.

"Pasien ini kemudian sesak napasnya kambuh dan keluarga membawa ke RS Paru. Petugas puskesmas sudah memberi tahu bahwa itu terkonfirmasi, jadi ada penanganan sendiri," bebernya.

Namun, menurut Menik, rupanya imbauan puskesmas diabaikan oleh pihak keluarga. Pasien tetap dibawa ke RS Paru dan meninggal.

"Rumah sakit ini juga sebenarnya tidak tahu status jenazah sebelum meninggal kalau terkonfirmasi COVID-19. RS baru tahu setelah meninggal dan diberi tahu oleh puskesmas," tutur Menik.

"Meninggalnya kemarin (Kamis/4/6) pagi. Terus pihak keluarga ke rumah sakit dan ingin melihat dan diperbolehkan. Tapi kemudian memaksa untuk dipulangkan," tegasnya.

Tonton juga video 'Naik ke Kap Mobil, Keluarga Cegat Jenazah PDP Corona di Makassar':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2