Lima ODP Pacitan Klaster Temboro Menghilang Saat Akan Swab

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 18:31 WIB
Sebanyak 38 santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan asal Pacitan menjalani rapid test. Satu di antaranya menunjukkan hasil reaktif.
Rahmad Dwiyanto, Jubir COVID-19 Pacitan (Foto file: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Lima warga Kecamatan Ngadirojo sedang dalam pencarian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pacitan. Mereka menghilang saat hendak di-swab test oleh petugas kesehatan. Kelimanya berstatus ODP setelah tiba dari Temboro, Magetan.

"Lima orang ini kurang kooperatif. Diminta swab, dijemput menghilang. Ini satu keluarga," kata Rahmad Dwiyanto, Jubir Gugus Tugas COVID-19 kepada wartawan di kantornya, Kamis (4/6/2020).

Dari kelima orang tersebut, dua di antaranya berstatus santri. Adapun dua lainnya merupakan orang tua santri. Sedangkan satu orang sisanya merupakan saudara. Tes PCR terhadap mereka sedianya dilakukan Rabu (3/6).

"Bilangnya mau berangkat tapi malah kabur," tambah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika itu.Saat dilakukan pemanggilan tes dua hari sebelumnya, mereka mangkir. Petugas kesehatan pun memutuskan menjemput paksa kelima warga tersebut menggunakan ambulan tim kesehatan. Sesampainya petugas di lokasi, mereka terkesan kooperatif.

Rahmad mengakui kehilangan jejak warga Kecamatan Ngadirojo tersebut. Pelacakan pun masih dilakukan terhadap warga yang datang dari daerah terpapar Corona tersebut. Terlebih, dua dari lima anggota keluarga itu merupakan santri. Mereka belajar di lembaga pendidikan yang terletak di wilayah episenter.

"Kami berharap mereka sadar untuk datang ke petugas dalam waktu satu minggu ke depan. Tentu saja opsi terakhir kita minta bantuan dari TNI/Polri,'' kata Rahmad.Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu berharap kelimanya dapat bekerjasama dengan petugas. Yakni bersedia diambil sampel untuk pemeriksaan. Hal itu bertujuan agar penanganan COVID-19 di Pacitan lebih efektif. Toh, mereka belum tentu terpapar virus Corona.

Sebenarnya, lanjut Rahmad, pihaknya sudah melakukan rapid tes terhadap mereka. Hasilnya diketahui non-reaktif. Namun lantaran kemunculan klaster Temboro, gugus tugas bermaksud melakukan swab test. Hal itu sekaligus untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

(fat/fat)