Surabaya Zona Hitam COVID-19, Ini Saran Kapolda Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 18:33 WIB
Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran
Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Kota Surabaya saat ini menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 terbanyak di Jawa Timur. Tercatat, ada 2.748 kasus sehingga dalam peta sebaran COVID-19, Surabaya berstatus zona hitam.

Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran menyebut ada sejumlah hal yang bisa dilakukan agar kasus penularan COVID-19 di Surabaya bisa ditekan. Salah satunya dengan pengoptimalan Kampung Tangguh. Fadil menyebut hal ini sangat efektif saat diterapkan di daerah lain.

"Saya kasih contoh di Bojonegoro dan Lamongan. Dari kunjungan saya ke sana, itu sangat efektif, tidak ada penambahan jumlah penderita baru," kata Fadil saat peletakan batu pertama pembangunan GOR Bulu Tangkis di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (3/6/2020).

"Yang kedua, terhadap klaster pasar, dengan adanya Kampung Tangguh ini, orang-orang yang berada dalam klaster pasar itu mendapatkan apa yang sering Ibu Gubernur katakan, 3T: testing, tracking, dan treatment. Isolate di sana dikerjakan sangat baik dan tidak ada penambahan ODP," imbuhnya.

"Bahkan di sana, ada Bhabinkamtibmas yang memiliki ide luar biasa. Semua masyarakat yang positif, yang ODP, yang PDP itu dibuatkan aplikasi BoSe, Bojonegoro Sehat. Mereka kalau ke mana-mana video call dan bisa termonitor," ungkapnya. Fadil mencontohkan aplikasi yang digunakan di Kampung Tangguh Bojonegoro, yakni Bojonegoro Sehat atau BoSe. Fadil menyebut aplikasi untuk memantau pasien positif COVID-19, PDP, hingga ODP ini bisa diterapkan di Surabaya.

Jika diterapkan di Surabaya, Fadil menyebut, hal ini akan lebih efektif untuk memantau pasien yang positif, PDP, dan ODP agar tidak keluyuran dan menyebarkan virus.

Tonton juga video 'Mobil PCR yang Diminta Risma Sudah Beroperasi Lagi di Surabaya:

Selanjutnya
Halaman
1 2