Pemprov Jatim Dapat Bantuan Mesin Ekstraksi untuk Percepat Penanganan COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 20:26 WIB
Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi
Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Pemprov Jatim kembali mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk percepatan penanganan COVID-19. Kali ini, pemprov mendapat bantuan mesin ekstraksi otomatis (autoreader).

"Mesin ekstraksi ini mampu memisahkan strain virus dari 600-800 spesimen swab dalam waktu tiga jam saja. Ini bantuan dari Kemenkes melalui BNPB untuk Jatim. Sudah tiba alatnya kemarin," kata Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.

Joni menyebut mesin autoreader bisa mempercepat pelaksanaan tes PCR untuk menentukan seseorang terdiagnosis COVID-19 atau tidak setelah menjalani swab.

Joni mengatakan, mesin autoreader ini akan membantu penanganan tes COVID-19 di RSU dr Soetomo. Untuk saat ini RSU Soetomo memiliki 3 mesin PCR. Kedatangan autoreader ini bisa meningkatkan tes PCR hingga 1.600 dalam sehari.

"Mesinnya sudah datang dan segera dilakukan optimasi agar dalam waktu dekat bisa dioperasikan untuk mempercepat tes PCR. InsyaAllah 2-3 hari lagi bisa jalan. Tujuannya untuk melakukan PCR dengan cepat. Karena kecepatan dan ketepatan, maka kasus confirm akan lebih cepat diketahui," terangnya.

Joni menegaskan adanya konsekuensi dari kedatangan mesin tersebut. Yakni semakin cepat keluar hasil diagnosa seseorang COVID-19 atau tidak dapat berdampak pada jumlah pasien yang dinyatakan positif akan melonjak.

"Diharapkan, nanti isolasi dan treatment-nya lebih tepat. Jadi kalau PCR saja, tanpa langkah lanjutan, ya, percuma saja. Makanya (bantuan) PCR dan RS Lapangan ini satu paket. Dan seluruh pihak harus bersiap karena ini mesin cepat, diagnosanya cepat, ada kemungkinan jumlah positif bertambah," terangnya.

Menurut Joni, tanpa mesin PCR yang optimal, RS lapangan tidak akan tepat melayani pasien. Dia pastikan, dengan adanya kecepatan PCR, Gugus Kuratif akan melakukan isolasi dan treatment yang lebih tepat.

"Jadi harus seiring agar maksimal dan mempercepat penanganan COVID-19," pungkasnya.

(fat/fat)