Waspada, Isolasi Diri karena Pandemi Corona Bisa Picu Cabin Fever

Foto: Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 08:03 WIB
Psikiater dan spesialis kedokteran jiwa Unair dr Hafid Algristian SpKJ
dr Hafid Algristian SpKJ RS Unair (Foto: Esti Widiyana/detikcom)

Menurutnya, terdapat 5 gejala umum yang muncul pada penderita cabin fever. Pertama yakni gejala demotivasi. Seseorang yang menderita demotivasi biasanya akan merasa putus asa, kosong, dan kehilangan empati.

"Pada gejala ini ada baiknya kita tidak memberikan motivasi atau masukan positif karena itu akan sulit diterima oleh penderita," ujarnya.

Kedua gejala kognitif, gangguan konsentrasi atau sulit fokus yang membuat seseorang tidak produktif. Ketiga, gejala insomnia-parasomnia yang merupakan gangguan tidur hingga sleep walking.

Keempat, gejala psikomotorik atau gangguan energi. Dapat berupa kelebihan energi yang membuat sensitif maupun kekurangan energi. Gejala kelima adalah gejala otonomik atau gangguan buang air besar atau buang air kecil.

"Karena cabin fever adalah sekumpulan gejala, makanya seseorang harus mengalami beberapa dari gejalanya untuk dapat disebut mengalami cabin fever. Itupun juga harus diikuti riwayat deprivasi sensorik dan pembatasan motorik," paparnya.

Hafid mengatakan, ada pula fenomena panic buying dan abainya masyarakat terhadap kebijakan PSBB. Fenomena tersebut bisa saja merupakan gejala cabin fever. Akan tetapi umumnya hal tersebut dipicu oleh rasa bosan atau 'balas dendam' akibat pembatasan sosial yang terlalu lama.

"Maka dari itu hendaknya kita mengembangkan cara berpikir kreatif, komunikasi, mencari solusi, maupun berbagi informasi dan keberhasilan yang membangun. Sehingga kita nantinya tidak merasa terjebak dan tertekan pada situasi karantina yang masih akan terus berjalan entah sampai kapan," pungkasnya.

Halaman

(fat/fat)