Ritual Budaya Lebaran Ketupat di Pesisir Utara Pasuruan Ditiadakan karena Corona

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 11:01 WIB
desa di pasuruan gelar ritual
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Perayaan hari ke-7 Idul Fitri atau yang sering disebut Lebaran Ketupat di Pasuruan biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan budaya. Namun karena wabah virus Corona belum berakhir sejumlah kegiatan ditiadakan.

Pada Hari Raya Ketupat, warga di pesisir utara Pasuruan selalu menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya Skilot, Petik Laut, Perahu Hias di Kecamatan Lekok, gelaran Perahu Hias di Kecamatan Rejoso serta Petik Laut dan Praonan di Kecamatan Kraton.

Tahun ini, kegiatan yang selalu dihadiri ratusan warga ini ditiadakan. Pertimbangannya untuk mencegah kerumunan warga demi menekan penularan virus Corona.

"Sejumlah kegiatan Lebaran Ketupat tahun ini ditiadakan. Yang sudah konfirm meniadakan kegiatan Camat Lekok, di mana di sana ada Skilot dan Praonan. Juga camat Rejoso, dan Kraton," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono, Sabtu (30/5/2020).

Gunawan mengatakan kegiatan-kegiatan yang ditiadakan biasanya menyedot perhatian banyak warga. Banyaknya warga yang datang otomatis berdampak pada ekonomi warga sekitar.

"Tapi ya memang sesuai surat edaran bupati memang semua kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan banyak orang harus ditiadakan karena wabah Corona," terang Gunawan.

Gunawan mengatakan, pihak kecamatan juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait kebijakan tersebut. Tujuannya agar masyakat mengetahui sejak awal sehingga tidak kecele.

"Sudah dilakukan sosialisasi, pakai spanduk juga bahwa acara ditiadakan," pungkas Gunawan. (fat/fat)