Wagub Emil Dardak: Ekonomi Jatim Kuartal I Tumbuh 3,87%

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 21:21 WIB
Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak
Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Pemprov Jatim bersyukur pertumbuhan ekonomi di triwulan I pada tahun 2020 masih bisa mencapai 3,04% apabila dibandingkan dengan triwulan I pada tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang oleh sektor industri pengolahan (30,74%) yang tumbuh sekitar 3,87% pada tahun triwulan I tahun 2020.

Namun untuk pertumbuhan terbesar terjadi di sektor Informasi dan Komunikasi (9,77 persen), Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial ( 9,12 persen) dan Jasa Pendidikan (6,07 persen).

"Pertumbuhan positif terjadi di semua kategori ekonomi kecuali sektor pertanian yang minus 8,52%. Namun kami yakin pada Triwulan II sektor pertanian akan membaik. Justru sektor pengolahan yang nantinya butuh perhatian karena pandemi ini," kata Wagub Jatim Emil Dardak pada acara Ngopi Yuk 'Strategi Daerah Raih Investasi di Kala Pandemi', Kamis(28/5/2020).

Emil mengatakan investasi di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2020 berada di peringkat 1 nasional dengan total 31,4 triliun. Angka tersebut terdiri dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebanyak Rp 26,6 trilliun dan PMA (Penanaman Modal Asing) sebanyak Rp 4,8 trilliun.

Sektor Industri Kimia dan Farmasi mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tertinggi di Jatim selama Triwulan I-2020 dengan 1,81 triliun.Sektor industri kimia dan farmasi memiliki potensi besar untuk terus tumbuh.

"Pada tahun 2019 melalui agenda East Java Investival kami sebenarnya sudah memprediksi dan melihat bahwa industri kimia dan farmasi kedepan akan menjadi sektor ekonomi yang cukup kuat di Jatim" ujar Emil.

"Pemprov Jatim berharap Singapura bisa terus menjadi promotor investment di Jatim," tambahnya.

Meski ada peningkatan investasi, namun Emil berharap jangan cepat puas. Alasanya, investasi yang masuk di bulan Januari dan Februari belum sepenuhnya menggambarkan dampak positif investasi yang signifikan di Jatim.

"Pemerintah pusat telah mendorong Jatim agar menjadi ekonomi terbesar kedua di Indonesia. Karena itu harus kita sambut dengan kebijakan yang memperlancar iklim investasi. Salah satunya, melalui pemberian kewenangan Bakorwil dalam mempermudah perijinan yang tertuang dalam EJSC (East Java Super Corridor)" tegasnya.

Selain terus bekerja keras meningkatkan pertutumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi, namun Pemerintah Provinsi juga fokus dalam menekan indeks kesenjangan wilayah. Dalam konteks ini Pemprov akan mengembangkan infrastruktur untuk menunjang sektor ekonomi padat karya di Beberapa daerah yang masih memiliki upah yang cukup kompetitif.

"Contohnya, Pemprov Jatim mendorong industri padat karya di Nganjuk Kertosono. Selain itu, Pemprov akan menjadikan Madura menjadi primadona bagi investasi," katanya.

Pemprov Jatim akan membuka ruang ruang baru sektor ekonomi yang sangat berpotensi di masa depan. Dalam hal ini, KEK Singosari bisa menjadi tempat yang paling diminati anak muda yang memiliki minat untuk pengembangan industri 4.0.

"Sementara ini Kabupaten Gresik adalah primadona masuknya investasi PMDN. Ini yang akan kita perkuat dan perluas," ujarnya.

(hil/iwd)