Lebaran Kedua, Warga Surabaya Nikmati Wisata di Tengah Pandemi Corona

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 18:37 WIB
pantai nambangan
Warga berwisata di Pantai Nambangan di tengah pandemi Corona (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Libur lebaran kedua dimanfaatkan warga Kota Sutabaya untuk menikmati liburan. Warga tetap nekat berwisata meski saat ini masih di tengah pandemi Corona.

Dari pantuan detikcom, sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan warga memenuhi pantai Nambangan yang berada di Kecamatan Bulak. Para warga duduk berjajar di pinggir pantai bersama keluarga.

Mereka juga terlihat bermain layang-layang dan sebagian menaiki perahu. Namun sebagian dari mereka terlihat tidak memakai masker. Sedangkan di pantai batu-batu terlihat beberapa pasangan muda-mudi juga menikmati suasana pantai.

Salah satu nelayan asal Nambangan, Bahrul Ulum (40) mengatakan sejak ada wabah corona pengunjung pantai Nambangan sepi, bahkan Taman Suroboyo yang berdekatan dengan pantai juga ditutup. Namun dua hari lebaran ini mulai ramai kembali.

"Pas waktu corona sepi dan tutup total, perahu wisata juga tidak ada yang beroperasi. Biasanya hari minggu kan ramai. Lebaran ini lumayan ada yang beroperasi ada wisata yang datang," kata Bahrul Ulum kepada detikcom, Senin (25/5/2020).

Bahrul Ulum menceritakan jika sebelum adanya wabah corona, tahun lalu pantai ini penuh oleh wisatawan. Baik itu pagi dan sore hari, perahu wisata semuanya digunakan dengan tarif Rp 10 ribu sekali naik.

"Sekarang tidak ada separuhnya. Hari ini saja baru empat rit. Numpangnya ya nggak mesti, kadang dua orang kadang lima orang," ujar Bahrul.

Sementara itu, Joni (43) warga Wonorejo setelah acara silaturahmi ke rumah sanak saudara yang berdekatan dengan lokasi wisata, mengaku sekalian berwisata.

"Tadi habis dari saudara unjung-unjung terus mampir kesini, Ketimbang stres mampir ke sini," kata Joni.

Joni yang datang bersama istri dan empat anaknya masih patuh dengan protokol kesehatan dengan mengenakan masker. Ia pun sengaja beriwisata untuk menghilangkan jenuh. Sebab selama PSBB selama dua pekan ini, ia bersama keluarga bertahan di rumah.

"Jenuh di rumah saja, sebenarnya saya tahu risikonya, tapi walllahualam saja. Tapi tadi saya lihat dulu kalau ramai ya tidak mampir. Berhubung nggak begitu ramai kami mampir bentar," ujar Joni.

Meski begitu, Joni sekeluarga jika keluar rumah tidak lupa membawa peralatan antiseptik seperti hand sanitizsr dan juga masker. Bahkan di rumah juga disediakan sesuai anjuran pemerintah.

"Pasti, ini di dalam tas juga bawa hand sanitizer dan juga masker selalu dibawa," ungkap Joni.

(iwd/iwd)