Pria Ini Buat Ujaran Kebencian pada Walkot Probolinggo Demi Perhatian Wanita

M Rofiq - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 21:57 WIB
Kasus Ujaran Kebencian di Kota Probolinggo
Karim (21), pelaku kasus ujaran kebencian di Kota Probolinggo (tengah)/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Seorang pria di Kota Probolinggo ditangkap karena membuat ujaran kebencian pada wali kota. Namun ia terbebas dari jeratan UU ITE karena sang wali kota memaafkannya.

Pelaku diketahui bernama Karim (21), warga Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Ia ditangkap petugas gabungan dari Polsek Wonomerto dan Satreskrim Polres Probolinggo Kota.

Kemudian banyak alumni santri Ponpes Riyadlus Sholihin, Ketapang, Kota Probolinggo, yang datang ke mapolsek. Mereka tidak terima dengan kata-kata kotor yang dilontarkan Karim saat chatting dengan teman perempuannya.


Karim akhirnya dipindah ke Mapolres Probolinggo Kota, untuk menghindari amukan para santri. Di sana Karim bercerita, awalnya ia hanya membahas dampak COVID-19 bersama seorang perempuan. Namun setelah itu keluar ujaran kata-kata kotor dari dirinya untuk Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin.

Entah siapa yang meng-upload percakapan antara Karim dan perempuan itu ke media sosial. Akhirnya chatting-an itu menjadi perhatian di media sosial.

Karim mengaku hanya iseng menulis kata-kata kasar dan kotor yang ditujukan ke Wali Kota Probolinggo. Ia hanya ingin mendapat perhatian dari perempuan yang diajak chatting.

Selanjutnya
Halaman
1 2