PDP Komorbid Kanker Serviks di Blitar Meninggal Positif Corona

Erliana Riady - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 10:07 WIB
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Angka kematian pasien terpapar Corona dengan komorbid atau penyakit penyerta, bertambah satu. Kali ini, wanita penderita kanker serviks menjadi Pasien Dalam Perawatan (PDP) usai dikunjungi beberapa saudaranya.

Pasien kemudian meninggal dunia dan hasil tes swabnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Hasil tes swab ini keluar, setelah 11 hari sejak tanggal kematiannya.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menyatakan, pasien seorang wanita berusia 46 tahun. Warga Kecamatan Panggungrejo ini tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau berinteraksi dengan orang dengan resiko (ODR) yang datang dari daerah zona merah.

"Tapi pada 28 April, dia mengalami demam, batu dan sesak nafas kemudian dibawa ke rumah sakit rujukan. Hasil rapid test reaktif sehingga diambil test swab. Dan hasilnya baru kami terima Minggu (10/5) yang menyatakan pasien positif terinfeksi Corona," jelas Krisna kepada detikcom, Senin (11/5/2020).

Pada saat masuk rumah sakit pada 28 April lalu, lanjut Krisna, hasil rotgen thoraxnya juga menunjukkan pneumonia.
Tim medis yang menangani kemudian mengambil tes swabnya pada 29 April. Dan pasien kemudian meninggal pada hari itu pukul 10.30 WIB.

Pasien ini sebelumnya pernah opname dari tanggal 20 sampai 25 April karena menderita kanker servic. Pada saat pulang dari rumah sakit, dia dikunjungi banyak saudara dan teman-temannya.

"Kemungkinan saat itulah ada pembawa virus Corona, sehingga dia mengalami gejala mengarah ke Corona dan kembali masuk rumah sakit pada 28 April itu," ungkapnya.

Dengan kematian wanita warga Panggungrejo ini, maka angka kematian pasien positif Corona total menjadi 3 orang. Sementara angka kematian untuk ODP sampai Minggu (10/5) tercatat sebanyak 14 orang dan kematian PDP sebanyak 8 orang. Jumlah angka kematian ini, didominasi dengan adanya komorbid atau penyakit penyerta.

(fat/fat)