Tak Mudah Jadi Petugas Pemulasaraan Jenazah Corona, Ini Kisah Yahya

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 10:16 WIB
Kisah Yahya, Bagian Pemulasaraan Jenazah Corona Harus Siap Setiap Saat
Pemulasaran jenazah (Foto: Istimewa)

"Pertama kami tayamumkan jenazah dari debu yang menempel di tembok. Kemudian baju yang dipakai terakhir jenazah tidak kami lepas tapi disemprot disinfektan merata. Lalu dibungkus plastik, didisinfektan lagi, baru dikafani dan didisinfektan lagi. Lalu jenazah dimasukkan kantong jenazah terus didisinfektan lagi. Dimasukkan peti kayu lalu diisolasi menyeluruh baru disalatkan," jelasnya dengan detail.

Yahya punya tanggung jawab moral untuk memastikan jika jenazah Corona harus diperlakukan secara layak sampai proses penguburannya. Pria yang sejak 1992 mengabdi di rumak sakit rujukan penanganan COVID-19 ini, bahkan sering ikut ke pemakaman dan memasukkan peti jenazah ke liang lahat.

Hingga hari ini, Yahya sudah menangani lima jenazah Corona. Yakni pasien dari Kecamatan Ponggok, Selopuro, Kesamben, Garum dan Wlingi. Setiap mendapat tugas, Yahya selalu bercerita kepada keluarganya. Karena keluarganya juga punya kesepakatan bersama saat Yahya menerima tugas menangani jenazah Corona.

Yahya, Petugas Pemulasaraan Jenazah Corona di Blitar/Yahya, Petugas Pemulasaraan Jenazah Corona di Blitar/ Foto: Istimewa

"Sebenarnya begitu selesai menangani jenazah Corona itu, tubuh kami kan basah oleh keringat. Jadi begitu melepas APD ya langsung mandi keramas. Tapi nanti sampai rumah, saya ya harus mandi keramas lagi. Untuk memastikan saya tidak carrier dan keluarga saya tetap aman," tandas lulusan D2 sekolah keperawatan di Kediri ini.

Yahya bertugas di ruang jenazah sejak tahun 2010. Sebelumnya, dia bertugas di ruang bedah sejak tahun 2003. Mentalnya sangat teruji saat berhadapan dengan tubuh manusia yang sudah tak bernyawa. Baginya, jenazah juga manusia. Yang membedakan, hanya saja jenazah sudah selesai urusannya di dunia. Apakah Yahya pernah punya pengalaman melihat penampakan, adalah pertanyaan jamak yang kerap diterimanya. Namun jawabannya selalu sama.

"Ndak pernah itu mbak. Apa mungkin hantunya yang takut sama saya hahahaa," pungkasnya tertawa lebar.

Halaman

(fat/fat)