Jumlah Penderita DBD Blitar di Tengah Pandemi Corona Didominasi Anak-anak

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 13:11 WIB
Jumlah penderita TBC di Kabupaten Blitar meningkat. Ada beberapa faktor yang membuat penularan TBC sulit dibendung.
(Foto file: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Di tengah pandemi Corona, jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Blitar juga meningkat. Tercatat sebanyak 137 penderita sejak awal tahun dan didominasi anak-anak.

Data yang dihimpun detikcom dari Data Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P3D) Dinkes Kabupaten Blitar, penderita DP yang tercatat pada Januari 2020 mencapai 23 orang. Kemudian meningkat hampir dua kali lipat di bulan Februari sebanyak 67 orang. Lalu Maret turun lagi ada 35 orang dan per 25 April 2020 tercatat 12 orang.

"Jadi 137 itu jumlah akumulasi sejak Januari sampai 25 April. Dan Alhamdulillah semua sudah keluar rumah sakit," kata Kepala Bidang P3D Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti kepada detikcom, Rabu (6/5/2020).

Dari jumlah itu, jelas Krisna, yang terjangkit DB didominasi anak-anak di rentang usia antara 5 sampai 14 tahun. Karena di usia anak-anak, sistem imunitas tubuh masih sangat rentan.

Dari sebanyak 137 pasien DB itu, wilayah epidemis terbanyak ada di empat kecamatan Kabupaten Blitar. Tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, yakni Kecamatan Sanankulon, Nglegok, Kanigoro dan Kademangan.

"Upaya pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk secara kontinyu kami lakukan. Satu rumah satu jumantik masih aktif, fogging juga masih terus dilakukan. Bahkan tidak hanya di wilayah endemik, tapi merata di 22 kecamatan," imbuhnya.

Angka penderita DB cenderung meningkat dalam siklus tiga tahunan. Jika dilihat sejak tahun 2015 ada 356 warga, tahun 2016 sebanyak 308 dan tahun 2017 turun menjadi 84 pasien.

Sesuai siklus tiga tahunan, jumlah penderita memang memuncak pada tahun 2018, yakni sebanyak 534 pasien. Namun angka itu rupanya belum juga turun saat mendekati akhir 2019, yang justru naik 100 menjadi 634 pasien.

Situasi Corona Extraordinary, Jokowi: Harus Bergerak Cepat:

(fat/fat)