Bisa untuk Menu Buka Puasa, Mie Aceh Diyakini Tingkatkan Imun Tubuh

Charolin Pebrianti - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 16:29 WIB
mie aceh
Mie Aceh (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo -

Ingin menikmati menu berbuka yang nikmat, mie Aceh bisa menjadi pilihan. Aroma rempah dan kuah hangat serta mie yang lembut bisa menggoyang lidah.

Salah satu menu andalan mie Aceh ini dijual di Cafe Omah Bantarangin, Kecamatan Kauman. Pemiliknya, Ismayani berasal dari tanah rencong.

"Awalnya karena menikah dengan orang Ponorogo, saya harus bisa memadukan rasa masakan antara suami dan saya, akhirnya jadi mie Aceh dengan resep saya," tutur Ismayani kepada detikcom, Senin (4/5/2020).

Wanita berusia 29 tahun ini menjelaskan mie Aceh buatannya menggunakan 18 bumbu rempah. Di antaranya ada bunga lawang, kapulaga, buah pala, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kayu manis dan seterusnya.

Rempah-rempah tersebut, lanjut Ismayani, bisa meningkatkan sistem imun tubuh dengan sajian lengkap mie yang nikmat. Ditambah adanya Pandemi Corona ini, makan mie Aceh diyakini bisa meningkatkan sistem imun.

"Rempah-rempah itu kan kaya manfaat ya, salah satunya meningkatkan imun tubuh untuk menangkal Corona," jelas Ismayani.

Mie Aceh di Ponorogo/Mie Aceh di Ponorogo/ Foto: Charolin Pebrianti

Sementara, untuk menyesuaikan rasa dengan lidah orang Jawa. Ismayani sedikit memodifikasi dengan menambahkan kecap manis kedalam masakannya.

"Saya harus otak atik bumbu biar pas di lidah orang Jawa, salah satu caranya dengan menggunakan kecap manis. Kalau orang Jawa kan suka yang agak manis," terang Ismayani.

Selama pandemi, Cafe Omah Bantarangin hanya melayani pesan antar. Ini dilakukan untuk mentaati peraturan pemerintah terkait physical distancing.

"Saat ini pemesanan bisa Delivery Order (DO), ada juga take away via aplikasi ojek online, untuk satu porsi mie Aceh dibandrol dengan harga Rp 15 ribu," tandas Ismayani.

Sementara, salah satu pelanggan Dinar Putra Perdana mengaku baru pertama kali mencoba mie Aceh. Menurutnya, rasanya pas dan cocok bagi lidah orang Jawa.

"Perpaduan rasa gurih, manis dan pedas. Nikmat untuk menu buka puasa," pungkas Dinar.

(fat/fat)