21 Bulan Jabat Kapolda Jatim, Ini Capaian Irjen Luki Hermawan

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 15:42 WIB
kapolda jatim irjen luki hermawan
Irjen Luki saat melayani wawancara (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

"Saat ini situasi Kamtibmas di wilayah Jawa Timur relatif aman dan kondusif. Sejauh ini tidak ada konflik SARA, sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Timur juga cukup tinggi dan berjalan cukup baik," imbuh Luki.

Sementara di bidang lalu lintas, Luki juga telah menerapkan sistem Electronic Traffic Low Enforcement (E-TLE) atau e-Tilang. Sistem ini disebut lebih canggih dari pada yang diterapkan di wilayah lain.

Misalnya saja e-Tilang di Jatim bisa membaca gerak-gerik masyarakat yang langsung terhubung dengan data kependudukan warga.

Selain inovasi,Luki yang memiliki background di bidang intel ini juga mengungkap sejumlah kasus besar di Jatim. Salah satu kasus di bawah kepemimpinan Luki yang cukup menyita perhatian yakni kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel hingga model majalah dewasa Avriellia Shaqilla. Saat itu, Vanessa juga ikut terjerat UU ITE terkait tindak pidana penyebaran konten asusila.

Tak hanya Vanessa, kasus prostitusi public figur lain juga sempat ditangani Polda Jatim. Tercatat, ada prostitusi yang melibatkan mantan finalis Putri Pariwisata berinisial PA.

Terakhir, Direskrimsus Polda Jatim di bawah kepemimpinan Luki mengungkap kasus investasi ilegal MeMiles dengan barang bukti mencapai Rp 150 miliar dan 28 mobil mewah.

Kasus ini juga sempat menyedot perhatian publik karena melibatkan beberapa artis sebagai penerima reward hingga endorser. Seperti Marcello Tahitoe atau Ello, Judika, Tata Janeeta, Regina, Eka Deli, hingga menyeret anggota keluarga Cendana, Ari Sigit dan istrinya.

Selain itu, Luki juga pernah mengungkap penyelundupan sabu dari luar negeri ke wilayah Jatim. Sepanjang Januari 2020, total ada 50 kilogram sabu yang gagal beredar ke Jatim.

"Awal tahun ini dalam minggu terakhir jajaran Polda Jawa Timur dari Direktorat Narkoba mengungkap ada sindikat dari Malaysia ini cukup besar. Di hadapan kita ini ada kurang lebih 50 kilogram yang mana kemasan ini kalau kita lihat di media-media ada pengungkapan di Polda lain barang buktinya hampir sama dengan bungkusan teh cina," pungkas Luki.

Halaman

(hil/iwd)