Kisah Nakes Corona Ditolak Keluarga, Pilih Pekerjaan Atau Rumah Tangga

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 13:02 WIB
tenaga kesehatan rs unair
Virtual conference nakes RS Unair (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien COVID-19 kerap mendapatkan stigma negatif dari lingkungannya. Ini dialami 50 nakes di RS Unair Surabaya.

Saat Virtual Conference penyerahan bantuan 1.800 APD dari Telkomsel, Humas RS Unair dr Nily Sulistyorini SpF mengatakan ada 50 nakes yang ditolak di lingkungan rumahnya.

"Jadi kalau yang mengharukan banyak, terus terang saja nakes kami ada 50 orang yang ditolak di rumahnya atau kosan," kata Nily dalam virtual conference di Surabaya, Senin (4/5/2020).

Nily mengatakan bahkan ada nakes yang disuruh istrinya memilih antara pekerjaan atau rumah tangganya.

"Ada nakes yang disuruh milih antara pekerjaan atau istri. Itu membuat hati kami ingin nangis, kok bisa seperti itu," imbuh Nily.

Bahkan dari 50 nakes tersebut, Nily mengatakan di antaranya ada yang terpaksa harus tinggal di RS. Tak jarang, Nily juga melihat para nakes yang menangis akibat rindu anggota keluarga dan anak-anak.

Foto: Hilda Meilisa Rinanda

"50 orang itu sebagian di antaranya menginap di RS sudah hampir 1 bulan tidak pulang karena stigma sampai diusir. Padahal bekerja di sini bertaruh nyawa," papar Nily.

"Di RS Unair kami sudah menambah kapasitas rawat inap makanya kami banyak yang lembur. Kami tidak mengenal hari libur, kami semua masuk dan betul-betul sudah tidak ada waktu untuk keluarga. Tapi menurut kami sama ya di RS lain juga pasti begitu," imbuhnya.

(hil/iwd)