Permintaan Malaysia untuk Pulangkan Santri dari Temboro Dikabulkan

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 02:31 WIB
Ponpes Al Fatah di Temboro, Magetan disebut sebagai klaster penyebaran Corona. Kini Pemkab Magetan menyiapkan ruang isolasi di ponpes tersebut.
Petugas kesehatan di Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan/Foto: Istimewa
Magetan -

Permintaan Malaysia untuk memulangkan santrinya dari Ponpes Al Fatah di Temboro Magetan dikabulkan. Yakni setelah rapat antara Tim Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan, yang diikuti Kedutaan Malaysia serta perwakilan ponpes.

Dalam kesepakatan disebutkan, santri yang masih di Ponpes Temboro akan dipulangkan pada 27 April 2020. Seperti yang disampaikan Bupati Magetan Suprawoto, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (26/4/2020).

"Hasil rapat koordinasi pemulangan santri Malaysia yang belajar di Ponpes Al Fatah Temboro telah disetujui. Rapat yang dilaksanakan di Posko Gugus COVID-19 Gedung Grahadi dipimpin oleh Sekda Provinsi dan diikuti juga oleh Kedutaan Malaysia dan pihak Ponpes Al Fatah Temboro. Keputusannya akan dipulangkan tanggal 27 April 2020," terang Suprawoto.


Menurut Suprawoto, santri yang akan dipulangkan merupakan mereka yang hasil rapid test-nya nonreaktif. Namun untuk santri yang hasil rapid test-nya reaktif akan diisolasi hingga dinyatakan negatif dari tes swab.

"Santri yang hasil rapid test nonreaktif akan dipulangkan tanggal 27 April 2020. Yang reaktif akan dikarantina dulu," imbuhnya.

Kang Woto, sapaan akrab Bupati Magetan menambahkan, ada koreksi jumlah santri Malaysia yang belum pulang. Yakni 164. Dari jumlah tersebut, ada 8 santri yang harus menjalani isolasi di ponpes karena hasil rapid test-nya reaktif.