Pembobol Kafe Wakil Ketua DPRD Kota Malang Ditangkap, Pelaku Anak di Bawah Umur

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 20:59 WIB
polres malang
Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Pelaku pembobolan kafe milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang ditangkap. Pelaku masih tergolong anak di bawah umur. Namun, sudah belasan kali melakukan pencurian.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan kasus pembobolan kafe milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang terungkap dari hasil penyidikan terhadap pelaku berinisial AB (16).

Awalnya, pelaku ditangkap setelah teridentifikasi melakukan pencurian di sebuah warung kopi wilayah Bantur, Kabupaten Malang.

"Dari pemeriksaan, pelaku ternyata sudah melakukan pencurian di 14 TKP, salah satunya kafe milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang. Perbuatannya terekam CCTV kafe, tetapi belum sempat tertangkap dan baru terungkap setelah berhasil kami amankan," ujar Hendri Umar saat konferensi pers, Kamis (23/4/2020).

Hendri menambahkan pelaku selalu beraksi seorang diri di 14 TKP itu. Bermodal sebuah linggis untuk mencongkel daun pintu sasaran pencurian.

"Beraksi sendiri, dari 14 TKP, tiga di wilayah hukum Polres Malang yakni Singosari satu kali, Bantur dua kali. Sisanya, TKP berada di wilayah Kota Malang. Pelaku menggunakan linggis untuk bisa masuk dan kemudian mencuri seluruh barang yang ada," imbuh Hendri Umar.

Hendri mengungkapkan pelaku sebelumnya pernah ditangkap polisi karena kasus yang sama. Akan tetapi, tempat kejadiannya beada di wilayah Magelang.

"Pernah ditangkap atas kasus yang sama, yakni pencurian di wilayah Magelang," ungkap Hendri.

Di hadapan awak media, tersangka mengaku mengambil sejumlah barang berharga, setelah berhasil membobol kafe milik Wakil Ketua DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu.

"Saya ambil Ipad di kafe milik Wakil Ketua DPRD itu. Untuk saya pakai sendiri, tidak dijual," ucap tersangka.

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya, satu unit laptop, Ipad, rokok, uang tunai, dan juga linggis.
"Tersangka kita jerat pasal pencurian dengan pemberatan. Pencurian dilakukan pada malam hari," pungkas Hendri Umar.

(iwd/iwd)