Tertinggi Nasional, Nilai Investasi Jatim Capai Rp 31,4 Triliun

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 17:58 WIB
gubernur khofifah
Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

Provinsi Jawa Timur memiliki nilai investasi tertinggi di Pulau Jawa maupun nasional. Total nilai investasi yang masuk ke Jatim mencapai Rp 31,4 triliun atau 14,9%.

Hal ini diketahui dalam realisasi investasi (PMDN & PMA) Triwulan I Tahun 2020. Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur atas capaian ini.

Setelah Jatim, ada Jawa Barat yang nilai investasinta Rp 29,9 triliun atau 14,2%, disusul DKI Jakarta senilai Rp 20,1 triliun atau 9,6%, kemudian Jawa Tengah (Rp 19,3 triliun setara 9,1% dan Riau yang investasinya sebanyak Rp 12,8 triliun atau 6,0%.

"Ini menjadi salah satu kabar baik di tengah pandemi COVID-19. Alhamdulillah, nilai realisasi investasi Jatim menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa maupun nasional," ungkap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (22/4/2020).

Menurut Khofifah, kepercayaan para investor terhadap Jatim ini juga didorong iklim investasi yang kondusif. Khofifah pun optimis angka ini akan meningkat

"Kami optimistis angka ini bisa jauh lebih meningkat lagi di triwulan ke 3, dan 4 tahun 2020 ini," ujar Khofifah.

Sementara untuk investasi unggulan di Jatim, Khofifah menyebut ada di sektor industri, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selain itu, sektor pertambangan, energi, dan sumber daya mineral juga menjadi incaran para investor.

Khofifah menambahkan Jatim juga tengah fokus berupaya membuka poros-poros industri baru di sejumlah titik potensial. Khofifah berharap pemerataan ekonomi dan pembangunan dapat dirasakan seluruh Kabupaten atau Kota di Jatim.

"Pembangunan tidak hanya berfokus di wilayah utara, tapi juga selatan Jatim. Pekan lalu, pembangunan Bandara Dhoho kediri sudah di mulai. Jika sudah jadi, maka aksesibilitas di wilayah selatan Jatim akan jauh lebih lancar," papar Khofifah.

"Tentunya ini akan menambah nilai jual daerah kepada investor yang hendak menanamkan modalnya di wilayah Kediri dan sekitarnya. Karena infrastruktur dan konektivitas menjadi salah satu kunci utama investasi," tambahnya.

Selain itu, Khofifah menegaskan pihaknya akan terus menyisir berbagai regulasi dan aturan yang dianggap menghambat laju investasi. Langkah ini dilakukan sebagai respon atas potensi melambatnya ekonomi global.

"Banyak negara sudah masuk pada resesi. Kita berpacu dengan waktu dan harus bergerak cepat dengan pemangkasan, penyederhanaan, regulasi-regulasi yang menghambat investasi," imbuhnya.

Seperti diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Triwulan I Tahun 2020, dengan total investasi mencapai Rp 210,7 triliun. Hal ini berarti terjadi kenaikan 8,0% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 195,1 triliun.

Kenaikan ini dialami investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang meningkat sebesar 29,3%. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan nilai realisasi investasi triwulan pertama sudah mencapai 23,8% dari target investasi tahun 2020 sebesar Rp886,1 triliun.

(hil/fat)