Cerita Tenaga Medis Tenangkan Pasien Corona yang Depresi dan Ketakutan

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 11:39 WIB
Perawat RS Unair Sempat Cemas Saat Akan Rawat Pasien Corona
Tingkah polah perawat RS Unair (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Tak sedikit pasien positif Corona yang depresi saat dirawat di rumah sakit. Adalah tugas para perawat untuk memberi support kepada mereka. Bagaimana ceritanya?

Salah satu perawat di RS Unair Surabaya Nissa Aruming Sila menceritakan bahwa tak sedikit pasien positif Corona yang ketakutan saat dirawat. Selain takut dengan penyakit yang mereka idap, pasien juga takut akan stigma buruk dari masyarakat.

"Kan nggak boleh dijenguk sama keluarga, jadinya mereka merasa sendirian. Belum lagi kalau pulang karena stigma masyarakat. Mereka takut," cerita Nissa saat dihubungi detikcom, Selasa (21/4/2020).

Nissa melanjutkan bahkan ada pula pasien yang sampai mengalami depresi hingga membuang barang-barangnya. Itu dikarenakan pasien belum menerima kenyataan jika dirinya tertular virus Corona.

"Beberapa pasien kami temui sampai depresi, dia buang-buang bajunya di satu kamar. Itu terjadi dan real. Ya, bayangkan saja penyakit baru menularnya begitu mudah, belum stigma dari masyarakat," katanya.

Melihat kondisi pasien yang belum mampu menerima kenyataan, kata Nissa, adalah tugas dia dan kawan-kawannya untuk segera memberi pengertian dan penenangan. Para perawat ini harus mampu meyakinkan pasien jika mereka bisa sembuh dan menjaga jangan sampai pasien stress yang nantinya akan menurunkan imun tubuh.

"Waktu tindakan dikasih tahu jika virus ini (Corona) bisa sembuh dengan imunitas baik. Kalau pasien gak stress, makan-makanan nutrisi, pola hidup sehat, pasien bisa sembuh," jelas Nissa.

RS Unair juga mengajak pasien melakukan senam untuk mengembalikan imun serta mengajak berpola hidup sehat. Ngobrol santai juga dilakukan dengan mengajak bertukar cerita hinga saling bercanda. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa stress dan jenuh kepada pasien.

"Biasanya kami mengajak senam bersama dengan gerakan tubuh ringan. Ada yang mengajak curhat lama, diajak ngobrol, kadang kita bercanda-bercanda menghibur diri," pungkas Nissa.

(iwd/iwd)