Nasib Perawat Pasien Corona di Surabaya yang Harus Berpindah-pindah Kos

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 17:58 WIB
Perawat RS Unair Sempat Cemas Saat Akan Rawat Pasien Corona
Foto: Istimewa
Surabaya -

Menjadi garda terdepan saat pandemi virus Corona, tenaga kesehatan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Merawat pasien hampir 24 jam, tak jarang ada perawat yang tidak pulang dan bertemu keluarganya.

Tenaga medis yang sudah merawat dan menangani pasien Corona dengan tulus, rupanya sering dibalas stigma negatif. Beberapa masyarakat menilai sebelah mata, menganggap tenaga kesehatan pulang membawa virus Corona dari pasien.

Salah satu perawat COVID-19 di RS Unair Surabaya Nissa Aruming Sila menceritakan, beberapa temannya harus berpindah-pindah kos. Itu karena mendapat sikap yang tidak baik dari lingkungan tempat tinggalnya.

"Ada beberapa perawat yang pindah-pindah kos, tapi saya nggak tahu jumlahnya berapa," kata Nissa kepada detikcom, Senin (20/4/2020).

Beberapa rekan seprofesinya juga sempat mendapat stigma negatif dari masyarakat. Hingga akhirnya harus tinggal di dormitory rumah sakit yang tersedia.

"Karena mereka mendapat stigma buruk dari masyarakat, akhirnya mereka tidur di dormitory rumah sakit," jelasnya.

Nissa meminta kepada masyarakat untuk tidak menstigma negatif tenaga kesehatan yang merawat pasien Corona. Mereka sudah berjuang di garda terdepan dan rela merawat pasien hingga 24 jam. Bahkan rela tidak bertemu keluarganya.

"Jika melihat tenaga kesehatan perawat atau rekan-rekan yang berusaha menolong, lingkungannya jangan menstigma yang buruk. Mereka pasti jaga diri dan mereka tahu cara agar tidak menularkan ke orang lain. Harapannya tidak ada stigma," pungkasnya.

(fat/fat)