APD 3 Pekerja Pabrik Bioetanol Mojokerto yang Tewas Ditemukan di Kolam Pengendapan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 17:33 WIB
Pabrik Bioetanol di Mojokerto
Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Penyelidikan indikasi kelalaian dalam kecelakaan kerja yang menewaskan 3 pekerja PT Energi Agro Nusantara (Enero) terus berjalan. Polisi menemukan Alat Perlindungan Diri (APD) ketiga korban tewas di dalam kolam pengendapan atau presettling.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Sodik Efendi mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan kerja ini. Mulai dari rekan kerja para korban hingga manajemen pabrik bioetanol tersebut.

"Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (MK3) memang ada di sana (PT Enero). Hasil penyelidikan sementara itu diterapkan," kata Sodik saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (16/4/2020).

Berdasarkan keterangan dua korban selamat, lanjut Sodik, tiga korban tewas memakai APD saat membersihkan lumpur campuran spentwash dan yeast (ragi) di dalam kolam pengendapan. Terdiri dari masker respirator, helm dan sepatu bot.

"Yang jelas hasil lidik kami, APD korban ditemukan di TKP. Kondisinya tercebur di dalam kolam pengendapan," terangnya.

Namun Sodik menegaskan, itu baru hasil sementara penyelidikan. Saat ini pihaknya terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam kecelakaan kerja tersebut.

"Kami belum berani menyimpulkan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam penyelidikan awal ini," tegasnya.

Ia menjelaskan, tiga pekerja tewas akibat tenggelam di lumpur yang ada di kolam pengendapan. Hal itu berdasarkan hasil autopsi jenazah ketiga korban yang dilakukan Tim Kedokteran Forensik di RS Bhayangkara, Surabaya, Minggu (12/4).

"Ketiga korban terjatuh ke dalam lumpur, mungkin dia menyedot lumpur dan mati. Karena di saluran pencernaannya ditemukan lumpur," jelas Sodik.

Disinggung terkait penyebab tumbangnya ketiga korban, kata Sodik, diduga karena keracunan gas. Namun, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan Labfor Polda dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim. Kedua instansi tersebut telah mengambil sampel gas dan lumpur dari tempat kecelakaan kerja.

"Kami masih belum mendapatkan hasilnya," cetusnya.

Kecelakaan kerja terjadi di pabrik bioetanol PT Enero, anak perusahaan BUMN PTPN X pada Sabtu (11/4) pagi. Saat kejadian, terdapat 5 pekerja di kolam pengendapan berisi lumpur campuran spentwash dan yeast.

Salah seorang pekerja merupakan Kepala Satuan Keamanan PT Mochamad Jainun (45), warga Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg. Jainun hanya mendampingi 4 pekerja membersihkan kolam.

Sekitar pukul 08.30 WIB, 3 pekerja yang sedang membersihkan kolam pengendapan mendadak tumbang. Seorang pekerja lainnya Choirul Hidayat (28), warga Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg berhasil selamat karena lari setelah mencium bau menyengat.

Sementara Jainun jatuh setelah terkena semburan gas di lokasi. Saat itu dia akan membantu tiga korban yang diduga kuat keracunan gas. Dia dan Choirul berhasil selamat. Sedangkan 3 rekan kerjanya dinyatakan tewas saat dibawa ke RSUD RA Basuni, Gedeg, Mojokerto.

Tiga korban tewas yakni Beni Trio Sucahyo (30), warga Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, serta Bayu Adi Nugraha (30) dan Rudik (45), keduanya warga Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg.

(fat/fat)