Fotografer Indonesia di LA Kampanyekan #HateIsAVirus

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 12 Apr 2020 14:41 WIB
Fotografer Indonesia di LA Kampanyekan #HateIsAVirus
Foto: Istimewa
Surabaya - Seorang fotografer fashion dan artis asal Indonesia yang tinggal di Los Angeles, Reinhardt Kenneth membuat project photoshoot bertajuk #HateIsAVirus. Project ini mengkampanyekan betapa berbahayanya kebencian dan rasialisme di tengah pandemi Corona atau COVID-19.

Kepada detikcom, Reinhardt mengatakan ide ini tercetus saat melihat begitu banyak tindakan rasisme yang terjadi di Amerika, terutama pada ras Asia-Amerika. Banyak warga mulai membenci hingga mengatai orang Asia karena virus Corona berasal dari China.

"Population di America kan diverse banget. Tapi alhasil dari kasus COVID-19, akhirnya banyak orang Asian American (dari seluru penjuru Asia) akhirnya menjadi korban hate crime," kata Reinhardt kepada detikcom di Surabaya, Minggu (12/4/2020).

Dalam projectnya, Reinhardt juga menuliskan pesan 'We Are Not Virus'. Hal ini menyikapi banyak tindakan rasialisme dan ajaran kebencian yang terjadi.

"Jadi photoshoot ini asalnya bukan tentang Corona, tetapi to bring awareness against the error in human behavior in the age of Coronavirus. Selain kasus rasisme, banyak kasus seperti capitalism, greed, privilege dan selfishness yang juga di highlight di photoshoot ini," paparnya.

Reinhardt menyebut tingkat rasialisme hingga ujaran kebencian di Amerika memang cukup parah. Dirinya juga sempat mendengar berita mengenaskan yang menimpa warga Asia di Amerika.

"Parah banget di US. Terutama di New York & Midwest," imbuh Reinhardt.

Dalam menyiapkan project ini, Reinhardt mengaku tak menemui kesulitan yang berarti. Reinhardt butuh waktu seminggu dalam menyiapkan projectnya.

"Kesulitan sih actually everything come together so smoothly untungnya. Persiapannya di bawah 1 minggu, lokasi langsung disponsor oleh Haven City Market. Mulai dari producer aku Thomas Bang sampai ke seluruh team sangat amat lancar. Sesampai di lokasi aja gudangnya sudah penuh properti yang sangat cocok," ungkapnya.

Dalam project ini, Reinhardt menyiapkan beberapa tampilan. Tampilan pertama terinspirasi oleh pakaian tradisional Asia dengan sentuhan modern. Tampilan pertama ini juga dilengkapi poster bertuliskan 'I Am Not A Virus' dan 'Hate is A Virus'.

Sedangkan tampilan kedua menampilkan gadis-gadis dengan gaun yang dikelilingi masker yang beterbangan ke mana-mana. Untuk tampilan ketiga menampilkan gadis-gadis dalam warna-warna cerah monokromatik. Terlihat, gadis-gadis ini berbaring di lautan limbah terkait Coronavirus.

Sementara tampilan keempat menampilkan gadis-gadis yang berpose di depan "kuburan kereta belanja". Ini mengacu pada keserakahan, karena kelangkaan produk yaang terjadi akibat penimbunan dan panic buying.

"Sebagai seniman, Kita diberi Tuhan talenta. Melalui photoshoot ini yang saya ingin sampaikan adalah a message of love, compassion, and kindness. Di masa masa pandemic, mari kita tetap ingat untuk saling menyayangi dan peduli. Jangan sampai the world that I create in the photoshoot happen. Selain itu semoga bisa menginspirasi banyak anak muda Indonesia bertalenta untuk menggunakan talentanya untuk membuat karya seni yang memiliki makna positif," harap Reinhardt (hil/fat)