Ritual Selamatan Bumi Agar Corona Hilang Berlakukan Physichal Distancing

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 14:11 WIB
Warga Banyuwangi Gelar Selametan Bumi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Warga Banyuwangi menggelar ritual selamatan bumi sebagai upaya mengusir pagebluk. Selamatan Bumi ini hanya diikuti sekitar 10 orang, sebagai bentuk physichal distancing yang ditetapkan pemerintah.

Warga Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh, menggelar ritual selametan kampung di makam leluhur yakni di makam Tambangsari dan Situs makam Lastana, Sabtu (11/4/2020). Ritual selametan tolak balak itu sebagai upaya menangkal penyakit, khususnya virus Corona (COVID-19).

"Ini adalah tradisi yang dilakukan para orang tua, sebagai upaya tolak balak agar kita semua terhindar dari wabah penyakit, khususnya virus korona yang telah terjadi di mana-mana," ungkap Turin, tetua adat Desa Lemahbangkulon kepada detikcom, Sabtu (11/4/2020).

Ritual yang berlangsung di makam leluhur itu ditandai dengan penyembelihan dua ekor ayam dan membuat nasi uduk dan nasi kuning yang dibuat menyerupai tumpeng gunungan. Daging ayam dan sejumlah hasi bumi juga ikut di bawa dalam ritual tersebut.
Ritual dipimpin tetua adat. Tetua adat mengucapkan kalimat doa agar kampung terhindar dari penyakit, wabah.

Menurut Turin, selametan kampong tersebut merupakan tradisi yang dilakukan untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kampung Desa Lemahbangkulon dijauhkan atau dipagari dari berbagai jenis penyakit, wabah dan bencana.

"Supaya penyakit virus korona ini tidak masuk ke kampung kami," jelasnya.

Dengan selametan tersebut, dia berharap tidak hanya kampung Lemahbangkulon, melainkan juga memohon kepada Tuhan, agar wabah virus Corona ini segera diangkat dan berkahir dari bumi.

"Kami juga membawa buah-buahan hasil pertanian dan perkebunan poro bungkil, polo pendem, polo kesampir yang semuanya adalah hasil bumi," katanya.

Setelah didoakan, ritual ditutup dengan acara makan bersama, sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan kerukunan antar warga Desa setempat. Warga pun berharap agar wabah COVID-19 di Indonesia segera teratasi dan kehidupan kembali normal.

"Semoga virus corona ini segera sirna. Kami percaya dengan adanya ritual ini kami bisa selamat dari corona. Asal kita berikhtiar dengan menjaga hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan," ujar Hendra salah satu warga.

Kendati telah melakukan ritual, para tetua adat tetap mengimbau warga melaksanakan instruksi pemerintah terkait upaya pencegahan penularan virus Korona. Salah satunya mengurangi aktivitas di luar rumah dan tidak melakukan kegiatan yang bisa mengundang perhatian banyak orang untuk berkumpul, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak.

(fat/fat)