Robot Service Isolation Room Mudahkan Tenaga Medis Tangani Pasien Corona

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 15:30 WIB
robot service isolation room
Robot service isolation room (Foto: Esti Widiyana )
Surabaya -

Banyak tenaga kesehatan (nakes) baik dokter maupun perawat yang terpapar virus corona karena sering melakukan kontak langsung dengan pasien. Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) membuat suatu alat teknologi berbasis robot untuk mempermudah nakes dan menghemat alat pelindung diri (APD).

Rektor ITTS Tri Arif Sarjono mengatakan robot itu dinamakan robot service isolation room. Robot itu akan mempermudah nakes saat memberikan makanan ke pasien di ruang isolasi dan terhindar dari kontak langsung.

Selain itu, robot service isolation room ini juga berfungsi sebagai sebagai tempat makan. Robot tersebut juga mempermudah memberikan pakaian ganti atau pakaian kotor pasien.

"Robot service kita lengkapi dengan air cooler, bisa panas bisa dingin. Tapi ini bisa dikembangkan yang lain, seperti untuk baju kotor pasien. Robot diharapkan bisa mengurangi kegiatan dokter yang berinteraksi langsung dengan pasien," kata Tri di Balai Kota, Kamis (9/4/2020).

Ia menjelaskan, cara kerja robot ini menggunakan tab dan camera untuk berkomunikasi antara dokter dan pasien. Saat robot berjalan menuju kamar, ia akan diawasi dan saat pasien butuh sesuatu bisa langsung terkoneksi dengan dokter.

"Kamera ini digunakan untuk melihat sekeliling robot yang berjalan dan pakai remot pakainya," ujarnya.

Untuk berjalan, robot ini memerlukan koneksi internet. Jadi jika di tempat tersebut tidak terdapat koneksi internet maka tidak berfungsi dan tidak berjalan.

"Tapi saya memikirkan dia harus redandem (jaringan alternatif), wifi kadang lemot nanti. Lalu gak ada koneksi bisa pakai mode lain. Ini masih kita sempurnakan dulu," jelasnya.

Robot service isolation room sendiri mengabiskan biaya sekitar Rp 50-75 juta. Namun yang diberikan kepada Pemkot Surabaya gratis.

"Kmai beli sendiri peralatannya sekitar Rp 50-75 juta untuk satu robot," pungkas Tri.

Indonesia Dapat Bantuan 50 Ribu APD Buat Tenaga Medis:

(iwd/iwd)