Beredar Kabar Situbondo Lockdown, Gugus Tugas COVID-19 Sebut Hoaks

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 07:43 WIB
Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Situbondo
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo -

Satgas COVID-19 Situbondo menyebut maraknya kabar 'Situbondo Lockdown', hoaks. Kabar yang santer beredar di media sosial itu santer dikirim selama 2 hari ini juga menyebut dilakukan penjagaan ketat oleh aparat gabungan TNI, Polri dan Pemkab, di empat titik perbatasan.

Masing-masing, ujung barat hotel Utama Raya; pertigaan Suboh menuju Bondowoso; perbatasan Bondowoso - Situbondo (Desa Kalibagor); dan wilayah timur Banyuputih - Banyuwangi (TN Baluran). dipastikan hoax. Satgas COVID-19 Situbondo hanya akan menyiapkan posko-posko pemeriksaan di setiap perbatasan. Khususnya terhadap pemudik yang akan pulang ke Situbondo.

"Terkait berita Situbondo lockdown, perlu disampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyampaikan tidak ada lockdown. Baik negara maupun daerah," kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo, Agung Wintoro, Kamis (8/4/2020).

Dia menjelaskan kabar yang tak jelas sumbernya itu disebut-sebut sebagai pemberitahuan kepada warga Situbondo yang ada di luar kota, agar tidak mudik. Karena akan dikarantina selama 2 kali 14 hari (28 hari). Disebutkan juga, jika isolasi sudah disiapkan di Sidomuncul 2 dengan penjagaan sangat ketat.

Kabar berantai itu banyak 'seliweran' melalui pesan chatting personal dan grup, maupun dijadikan status aplikasi WhatsApp. Tidak sedikit yang mempertanyakan dan mengaku resah dengan kabar Situbondo lockdown tersebut.

"Info Situbondo lockdown ini benar apa tidak ya. Soalnya mbak saya mau pulang dari Jombang. Kasihan kalau terjadi apa-apa, apalagi sampai diisolasi. Karena kondisi mbak saya sekarang lagi hamil," tanya Muttaqin, warga Kecamatan Asembagus di sebuah grup WhatsApp.

Agung Wintoro menjelaskan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun tidak mudah untuk menerapkan. Untuk menjadi daerah PSBB harus melalui keputusan Menteri Kesehatan dengan sejumlah kriteria. Di antaranya, jumlah kasus dan kematian meningkat signifikan, serta ada kaitan epidemiologi dengan kejadian serupa di wilayah lain.

"Di Situbondo sendiri, saat ini masih dibuat analisis tentang PSBB. Makanya, kabar atau berita Situbondo lockdown itu adalah hoax," tegas Agung kepada detikcom.

Akibat Lockdown, Migran Venezuela Jalan Kaki Tinggalkan Kolombia:

(fat/fat)