RSKI Unair Siapkan Ruangan Khusus untuk Ibu Hamil yang Terjangkit Corona

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 15:27 WIB
Empat lantai Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair Surabaya tengah direnovasi. Yakni lantai 4, 5, 6 dan 7.
Prof Dr Ir KH M Nuh (berkemeja kotak-kotak) di RSKI yang akan rampung 2 minggu lagi/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair Surabaya kini tengah melakukan renovasi empat lantai yakni 4, 5, 6 dan 7. Ada ruangan yang dibuat khusus oleh pihak rumah sakit yakni ruang khusus ibu hamil dan hospital stay untuk tenaga medis.

Dirut RS Unair Prof Dr dr Nasronudin SpPD K-PTI FINASIM mengatakan nantinya akan ada 174 ruang isolasi khusus pasien corona. Di lantai empat sendiri ada ruang HCU dan ICU yang khusus untuk ibu hamil.

"ICU di Lantai empat lebih spesifik, karena kami siapkan juga untuk ibu hamil yang kena covid-19," kata Nasron kepada wartawan di Gedung RSKI Unair, Selasa (7/4/2020).

Nasron mengatakan untuk ruang ICU yang dikhususkan ibu hamil, fasilitasnya sebenarnya sama dengan ruangan yang lain. Bedanya, ibu hamil membawa dua nyawa.

"Itu kita kasih porsi atau tempat untuk ibu hamil supaya khusus, kita perlakukan khusus karena nyawanya dua, lainnya fasilitas sama ruangannya," jelasnya.

"Sebenarnya ndak juga (dikhususkan untuk ibu hamil) tapi ruangannya memungkinkan kenapa nggak diberikan yang khusus juga. Privasi juga," tambahnya.

Sedangkan di lantai lima terdapat ruangan ICU dan HCU. Lantai enam dan tujuh ruang HCU semua.

Di lantai tujuh, RSKI menyiapkan hospital stay untuk tenaga medis. Ruang itu untuk memfasilitasi tenaga medis yang tidak pulang ke rumah karena harus bertugas sampai larut.

"Lantai tujuh ada hospital stay. Untuk karyawan kami. Untuk dokter, perawat dan nakes yang lain kalau nggak sempat pulang kami sediakan di sini, istirahat di sini," ujarnya.

Diketahui, saat ini progres renovasi empat lantai RSKI sudah mencapai 60-70%. Semua itu berkat bantuan dari Pemprov Jatim, relawan, dan Unair.

"Prosesnya sudah 60-70%. Yang kami perbaiki ruangan, sistem, dan dukungan. Ini semua merasa terpanggil, pihak pemerintah, pihak masyarakat yang diwakili relawan, unair bersatu padu mempersiapkan fasilitas untuk menolong masyarakat," pungkas Nasron.

(iwd/iwd)