Longsor Lima Titik Putus Jalan Utama di Trenggalek

Adhar Muttaqien - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 23:54 WIB
longsor di trenggalek
Salah satu ruas jalan yang longsor (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Hujan deras lebih dari tiga jam memicu tanah longsor dan ambles di lima titik di ruas jalan utama antar Kecamatan di Trenggalek. Akibatnya akses ribuan warga di Kecamatan Bendungan dengan wilayah kota terputus total.

Camat Bendungan Nur Kholiq mengatakan lima titik longsor tersebut berada di Desa Surenlor, Masaran, dan Desa Dompyong Kecamatan Bendungan. Material longsor berupa tanah dan bebatuan rata-rata menutup total seluruh badan jalan utama Trenggalek-Bendungan.

"Longsor ini terjadi sore tadi setelah terjadi hujan deras. Yang paling parah yang di Surenlor, karena ada jalan yang ambles sepanjang 20 meter, sehingga putus total," ujar Kholiq, Sabtu (4/4/2020).

Akibat putusnya akses utama warga tersebut, kini warga dari Kecamatan Bendungan menuju wilayah Trenggalek kota nyaris terisolasi. Sebab akses alternatif yang melintasi Desa Depok kondisinya rusak dan curam.

"Kalau di sekitar lokasi longsor ada beberapa jalur alternatif, tapi hanya cukup untuk roda dua. Besok ini rencananya kami akan kerja bakti untuk melebarkan jalur alternatif agar bisa dilalui mobil," ujarnya.

Sementara itu akses utama Bendungan-Tulungagung dan Bendungan Ponorogo yang sempat ditutup total akibat pembatasan Covid-19 kembali dibuka agar warga tidak terisolasi.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin yang meninjau langsung lokasi bencana mengatakan banyaknya titik longsor tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pembersihan malam ini, sebab dikhawatirkan masih akan terjadi longsor susulan.

"Kami masih belum lakukan pembenahan atau pembersihan jalur malam ini, karena kondisinya juga masih gerimis. Kita tidak tahu longsoran akan meluas atau tidak," kata Nur Arifin.

Rencananya proses pembersihan material longsor yang menimpa jalur utama itu baru akan mulai dibersihkan pada Minggu pagi. Untuk meminimalisir dampak longsor, warga yang ada di sekitar lokasi diminta waspada.

"Untuk titik-titik longsor yang bersinggungan dengan masyarakat, harus dievakuasi segera agar tidak timbul kerugian lain," imbuhnya.

BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek diperintahkan untuk membuat strategi penanganan dampak longsor, sehingga akses perekonomian warga tidak terganggu.

Sementara itu Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan saat ini jalur antar kecamatan tersebut ditutup total, warga diminta tidak mendekat di lokasi kejadian.

"Untuk malam ini akses sementara ditutup, jangan ada yang mendekat, besok kita bersama-sama lakukan pembersihan," ujar Calvijn.

(iwd/iwd)